Wabah Corona Merebak, Jemaat Tetap Padati Misa Penahbisan Uskup Ruteng

Oleh Dionisius Wilibardus pada 19 Mar 2020, 13:05 WIB
Diperbarui 19 Mar 2020, 13:05 WIB
Penahbisan Uskup Ruteng
Perbesar
Misa Penahbisan Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat Pr tetap digelar di tengah ancaman merebaknya wabah Corona Covid-19. (Liputan6.com/ Jhon Gomes)

Liputan6.com, Ruteng - Misa Penahbisan Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat Pr tetap digelar di tengah ancaman merebaknya wabah Corona Covid-19. Misa yang digelar hari ini, Kamis, 19 Maret 2020, pukul 08.30 Wita itu bahkan dipenuhi hingga 7.000 anggota jemaat dari berbagai penjuru daerah di Indonesia.

Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat ditahbiskan oleh Kardinal Ignatius Suharyo, dengan didampingi oleh pendamping I Mgr Sensi Potakota Uskup Agung Ende, serta pendamping II Mgr Silvester San Pr uskup Denpasar, yang sebelumnya juga menjabat sebagai administrator Apostolik keuskupan Ruteng.

Pentahbisan itu juga turut dihadiri 25 uskup se-Indonesia, Benny K Harman (Anggota DPR RI) Dr. Deno Kamelus (Bupati Manggarai), Drs. Viktor Madur (Wakil Bupati Manggarai), Mathias Masir (Ketua DPRD Kab. Manggarai), Drs. Jahang Fansi Aldus (Sekda Kab. Manggarai), Agustinus Dula (Bupati Manggarai Barat) Agas Andreas (Bupati Manggarai Timur) Hermanus Man (Wakil Wali Kota Kupang), para imam, biarawan/biarawati, dan umat Katolik Keuskupan Ruteng.

Dalam sambutannya usai perayaan Ekaristi administrator apostolic Ruteng Mgr Silvester San mengatakan, pihaknya merasa bersyukur atas terpilihnya uskup Ruteng yang baru.

"Kita patut bersyukur kepada Allah yang telah menganugerahkan kepada kita uskup baru yang pada hari ini ditabiskan menjadi uskup, maka dari itu bersyukurlah pada Tuhan sebab ia baik," kata Mgr Silvester San Pr mengawali sambutannya, Kamis (19/3/2020) di Gereja Katedral Ruteng.

Menurut Mgr Silvester San, menjadi uskup memiliki kedudukan tertinggi dalam gereja. Namun, uskup Denpasar itu mengingatkan bahwa apa pun jabatan dalam gereja, semuanya itu selalu mengarah pada semangat pelayanan.

"Melayani itu mudah diucapkan namun tidak mudah dilaksanakan, semoga semangat pelayanan selalu menjiwai uskup Ruteng serta seluruh umat Allah," katanya.

 

 

 

 

 

 

 

2 dari 3 halaman

Perintah Penundaan

Penahbisan Uskup Ruteng
Perbesar
Misa yang digelar hari ini, Kamis 19 Maret 2020, pukul 08:30 Wita itu bahkan dipenuhi hingga 7.000 jemaat dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. (Liputan6.com/ Jhon Gomes)

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Covid-19 Doni Monardo sebelumnya sempat meminta Keuskupan Ruteng, Manggarai, NTT, menunda acara penahbisan Mgr Siprianus Hormat sebagai Uskup Ruteng. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mencegah penularan virus Corona Covid-19, salah satunya social distancing.

Hal tersebut disampaikan Doni dalam suratnya kepada Kardinal dan Bupati Manggarai. Meski demikian, acara penahbisan ini tetap digelar, Kamis (19/3/2020).

Demi mencegah penularan virus Corona Covid-19, panitia penahbisan menyiapkan hand saniter di dua pintu gerbang masuk Gereja Katedral. Pemeriksaan suhu tubuh juga dilakukan di depan pintu Gereja Katedral, baik saat umat masuk maupun keluar gereja.

Salam damai tidak dilakukan dengan berjabat tangan. Namun, hanya dengan mengatupkan tangan di dada. Sebelum membagi komuni, para imam membersihkan tangan dengan antiseptik.

Menkominfo RI (Johhny G. Plate) yang telah tiba di Kota Ruteng pada 18 Maret 2020 untuk menghadiri misa pentahbisan Uskup Ruteng batal menghadiri misa pentahbisan dan telah kembali ke Jakarta melalui Bandara Komodo pada 19 Maret 2020.

Sedangkan Dubes Vatikan untuk Indonesia (Mgr. Piero Pioppo), Gubernur NTT, Ketua DPRD NTT, Kapolda NTT dan Danrem 161/Wirasakti yang rencananya hadir, sampai dengan selesainya misa pentahbisan juga batal hadir.

 

3 dari 3 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓