Berstatus Siaga COVID-19, Pemprov Sumut Lakukan Beberapa Langkah Cepat

Oleh Reza Efendi pada 16 Mar 2020, 18:55 WIB
Diperbarui 16 Mar 2020, 18:55 WIB
Edy Rahmayadi dalam rapat penanggulangan wabah COVID-19 di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Senin (16/3/2020)
Perbesar
Karena telah ada tiga orang pasien berstatus PDP, maka Sumut memberlakukan status Siaga COVID-19. Status ditetapkan tidak sembarangan, ada beberapa kondisi yang menjadi pertimbangan.

Liputan6.com, Medan Sumatera Utara (Sumut) salah satu provinsi di Indonesia berstatus siaga terkait penyebaran virus corona COVID-19. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut melakukan beberapa langkah cepat, mulai dari pembentukan Satuan Tugas (Satgas) hingga menambah fasilitas rumah sakit rujukan.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengatakan, hingga saat ini di wilayahnya berdasarkan keterangan tim medis belum ada positif COVID-19. Ada tiga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan sedang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik.

"Hasil laboratorium diketahui apakah mereka positif atau negatif segera," kata Edy dalam rapat penanggulangan wabah COVID-19 di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Senin (16/3/2020).

Diungkapkan Edy, karena telah ada tiga orang pasien berstatus PDP, maka Sumut memberlakukan status Siaga COVID-19. Status ditetapkan tidak sembarangan, ada beberapa kondisi yang menjadi pertimbangan.

"Nah, kita pelajari terlebih dahulu apakah sudah menggangu kesehatan, pendidikan, keamanan, ekonomi, dan hukum yang ada di Sumut," ungkapnya.

Pemprov Sumut juga berupaya menyediakan anggaran darurat dari BPBD Sumut yang berkisar Rp 18 miliar. Bila masih kurang, akan diupayakan dari PAPBD Sumut. Selain itu juga ditambah rumah sakit rujukan dan meningkatkan ketersediaan ruang isolasi.

"Kita akan mengumpulkan para direksi rumah sakit swasta yang ada di daerah ini agar ikut andil membantu mengatasi masalah ini," sebut orang nomor satu di Sumut tersebut.

Saat ini di Sumut hanya lima rumah sakit yang layak menjadi rujukan, RSUP H Adam Malik yang ditopang RS Haji, RS USU, RS Bhayangkara, dan RSUD Lubuk Pakam. Ruang isolasi dengan suhu negatif terbatas.

Mantan Pangkostrad itu menyebut, untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 juga menginstruksikan agar menunda pelaksanaan beberapa kegiatan di keramaian, seperti Sumut Fair dan kegiatan keramaian lainnya, karena kondisinya bisa membahayakan.

"Saya belum berlakukan sekolah untuk libur, karena hal itu perlu kita kaji. Kalau beberapa sekolah diliburkan, masing-masing daerah punya cara penangananya," ucapnya.

Ketua BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis menambahkan, Satgas COVID-19 akan memiliki empat jenis posko. Untuk posko utama akan berada di Kantor BPBD Sumut, karena akan menjalankan tugas manajemen.

"Karena ini termasuk wabah penyakit non bencana alam," ujarnya.

Kemudian akan ada posko pendukung. Setiap rumah sakit yang ditunjuk ada juga posko lapangan yang akan dibangun di setiap kabupaten/kota yang ada di Sumut, yang nantinya langsung memberikan laporan kepada tim gugus tugas provinsi dan posko media center di Dinas Kesehatan Sumut.

"Kita juga akan siapkan beberapa ruang isolasi di pelabuhan dan juga bandar udara," ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan menuturkan, terkait status jemaah tabligh akbar yang baru pulang dari Malaysia, pihaknya telah mendata jemaah tersebut. Ada 105 orang warga Sumut yang hadir ke tabligh akbar itu.

"Sudah kita masukan pada daftar orang dalam pemantauan atau ODP terkait virus corona atau COVID-19. Terus kita pantau dan awasi," Alwi menuturkan.