Akhir dari Baku Tembak Dua Hari di Tembagapura Papua

Oleh Katharina Janur pada 16 Mar 2020, 15:37 WIB
Diperbarui 16 Mar 2020, 15:37 WIB
Banner Infografis Penembakan 31 Pekerja di Papua
Perbesar
Banner Infografis Penembakan 31 Pekerja di Papua. (Liputan6.com/Triyasni)

Liputan6.com, JayapuraBaku tembak terjadi selama dua hari di Kali Bua Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika. Baku tembak terjadi sejak Sabtu-Minggu, 14-15 Maret 2020 dengan menewaskan 4 orang kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Polda Papua merilis nama 4 orang yang tewas dalam aksi baku tembak itu. Dua orang diantaranya berjenis kelamin perempuan Lani Magai (30) dan Lera Magai (28).

Sementara dua orang lainnya berjenis kelamin lak-laki yakni Pentium Muda Waker (45) dan Moni Waker (30).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menyebutkan dari 4 orang ini ditemukan 3 senjata api laras panjang yang merupakan senjata api milik kepolisian setempat.

Ketiga senjata laras panjang itu adalah senjata api laras panjang jenis AR 15 yang merupakan senjata rampasan pada 27 November 2012, saat penyerangan Polsek Pirime.

Kemudian senjata laras panjang AK 47 yang merupakan senjata rampasan pada 4 Januari 2014, saat penyerangan Pos Kulirik Puncak Jaya oleh KKB dan satu senjata api merk Thompson yang belum diidentifikasi.

“Kami juga menemukan beberapa anak panah, busur dan kampak yang didapat dalam baku tembak ini,” katanya, Senin (16/3/2020).

Polda Papua menyebutkan akan terus melakukan penegakkan hukum terhadap KKB yang telah meresahkan warga. “Saat ini, situasi di Distrik Tembagapura aman dan kondusif,” katanya.

Sebelumnya sejak akhir Februari 2020, sejumlah kelompok KKB bersatu dan terdeteksi pergerakannya menuju ke Tembagapura, areal tambang PT Freeport Indonesia. 

Polda Papua menyebutkan pergerakan KKB ini hingga memasuki sejumlah kampung di Distrik Tembagapura, hingga menyebabkan 1.500-an warga di 4 kampung  tersebut turun ke Kota Timika, mencari lokasi lebih aman dan menghindari teror penembakan.   

Simak video pilihan berikut ini: