Alasan Gubernur Edy Belum Liburkan Sekolah di Sumut

Oleh Reza Efendi pada 16 Mar 2020, 12:43 WIB
Diperbarui 16 Mar 2020, 12:43 WIB
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi
Perbesar
Orang nomor satu di Sumut itu menegaskan pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan. Jika nantinya wabah sudah meningkat, dan membahayakan kondisi di sekolahan, Edy akan mengambil langkah.

Liputan6.com, Medan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi belum meliburkan aktivitas sekolah di tengah kabar wabah virus corona COVID-19 yang telah masuk ke beberapa wilayah di Indonesia. Edy menilai kondisi di Sumut masih aman.

Meski demikian, orang nomor satu di Sumut itu menegaskan pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan. Jika nantinya wabah sudah meningkat, dan membahayakan kondisi di sekolahan, Edy akan mengambil langkah.

"Jika sekolah diliburkan, justru lebih mengkhawatirkan. Anak sekolah malah mengisi libur dengan berjalan-jalan ke mal. Apalagi kondisi Sumut seperti ini, bisa repot kita," kata Edy saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 7 Medan, Senin (16/3/2020).

Kepada seluruh pihak sekolah di Sumut yang melaksanakan UNBK, Edy mengimbau tetap memantau kesehatan peserta ujian. Pihak sekolah juga diminta untuk tetap waspada dan melakukan segala upaya pencegahan penyebaran virus corona COVID-19 di sekolah.

"Harus dipantau," ujarnya.

Pelaksanaan UNBK di SMK Negeri 7 Medan diikuti 619 siswa. Sebelum melaksanakan ujian, pihak sekolah menyiapkan cairan sanitasi atau pencuci tangan untuk mencegah penyebaran corona COVID-19.

"Sebelum masuk kerja dan ujian, guru dan siswa harus membersihkan tangan lebih dahulu," kata Kepala SMK 7 Medan, Asli Br Sembiring.

Diungkapkan Asli, segala persiapan dilakukan pihaknya untuk mencegah penyebaran corona COVID-19. Seluruh siswa dan guru dilarang berjabat tangan. Beberapa hari sebelum ujian, pihak sekolah menganjurkan masing-masing siswa mengecek kesehatan ke rumah sakit.

"Ujian hari ini berjalan lancar," ucapnya.

Selain di ruang-ruang kelas yang digunakan tempat pelaksanaan ujian, cairan sanitasi untuk mencuci tangan juga disiapkan di luar ruangan. Sabun cair disediakan di tempat-tempat cuci tangan yang tersedia.

Pihak sekolah juga menyiagakan siswa-siswa yang terlibat dalam Palang Merah Remaja (PMR). Mereka disiapkan untuk mengantisipasi jika ada peserta ujian yang mengalami gangguan kesehatan.

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) merilis surat edaran protokol pelaksanaan UN di Indonesia. Edaran memuat protokol pencegahan penyebaran corona COVID-19 tersebut sekaligus membantah wacana pembatalan UN yang sebelumnya beredar luas di masyarakat.