Antisipasi Covid-19, Pemda di Sulawesi Liburkan Sekolah Selama 2 Pekan

Oleh Heri SusantoArfandi IbrahimYoseph Ikanubun pada 16 Mar 2020, 08:00 WIB
Diperbarui 16 Mar 2020, 08:00 WIB
2 Warga Berstatus PDP Diisolasi, Sekolah di Palu Diliburkan

Liputan6.com, Jakarta Dua warga Kota Palu ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan dirawat di ruang isolasi RSUD Undata Sulawesi Tengah sebagai upaya pencegahan virus corona covid-19. Menyusul kasus itu, Dinas Pendidikan Kota Palu memutuskan meliburkan sekolah dari tingkat TK hingga SMP selama 14 hari.

Dua pasien berstatus PDP itu dirujuk ke Undata dari rumah sakit swasta pada Sabtu malam, 14 Maret 2020, sekitar pukul 22.30 Wita. Menurut pihak rumah sakit Undata, keduanya masing-masing perempuan berusia 62 dan 16 tahun yang baru saja tiba dari Jakarta.

Menurut Direktur RSUD Undata dr I Komang Adi, kedua pasien itu langsung dirawat di ruang isolasi sambil dilakukan observasi intensif oleh tim dokter yang telah disiapkan menangani pasien dengan gejala virus corona covid-19. Saat masuk ke rumah sakit pasien yang berusia 62 tahun mengalami batuk, pilek, dan demam. Sedangkan, yang berusia 16 tahun dalam kondisi demam dan ISPA.

"Mereka (PDP) mengalami gejala yang patut diwaspadai untuk mencegah corona setelah datang dari Jakarta, tim dokter langsung menangani mereka di ruang isolasi," Direktur RSUD Undata, dr I Komang Adi menjelaskan, Minggu (15/3/2020).

Spesimen dua pasien tersebut akan dikirim ke Jakarta lebih dulu untuk mengetahui ada tidaknya virus corona covid-19. "Kami harap secepatnya bisa diketahui hasilnya. Saat ini, salah satu pasien kondisinya cenderung membaik," katanya lagi.

Menyusul kasus PDP yang diisolasi itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Ansyar Sutiadi memutuskan meliburkan sementara aktivitas belajar di sekolah mulai jenjang Paud hingga SMP dengan jumlah siswa lebih kurang 50 ribu. Keputusan itu diambil setelah pihak dinas pendidikan menggelar rapat dengan instansi dan OPD Kota Palu.

"Ada 400 sekolah yang kita alihkan belajarnya di rumah masing-masing sampai 14 hari mulai 17 Maret," jelas Ansyar Sutiadi di Kantor Wali Kota Palu, Minggu sore (15/3/2020).

Meski siswa diliburkan, para ASN pendidikan dan guru tetap diminta ke sekolah untuk menentukan pola pengajaran jarak jauh. Selain itu, kebersihan lingkungan sekolah diminta untuk menjadi perhatian.

Sementara itu, hingga Minggu 15 Maret 2020, data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah terkait antisipasi penyebaran virus corona menyebut, selain 2 PDP yang tengah diisolasi, terdapat 28 warga yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) setelah 4 orang dinyatakan telah selesai masa pemantauannya dan dalam keadaan sehat.

"Semoga tidak ada kasus positif corona, cukup kita merasakan kondisi darurat saat bencana tahun 2018 lalu. Namun, jika ada pasti ada langkah-langkah yang kami ambil. Kami terus bersiap," harap Kadis Kesehatan Sulteng, dr Reny Lamadjido, Minggu (15/3/2020).

2 dari 4 halaman

Sekolah di Sulut Diliburkan

SMA dan SMK di Sulut Diliburkan Demi Mencegah Penyebaran Virus Corona
Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut dr Liesje GL Punuh. (Liputan6.com/Yoseph Ikanubun)

Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengeluarkan instruksi terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di jenjang pendidikan SMA/SMK sederajat. Hal ini terkait upaya untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona Covid-19, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengeluarkan instruksi terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di jenjang pendidikan SMA/SMK sederajat.

"Semua satuan pendidikan SMA/MA/SMK/SMTK/SLB baik negeri dan swasta yang menjadi kewenangan Provinsi Sulut, diliburkan pada tanggal 16-30 Maret 2020," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut dr Liesje GL Punuh MKes, Minggu (15/03/2020).

Punuh menambahkan, untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK, tetap dilaksanakan sesuai jadwal dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan dalam UNBK.

Sedangkan. untuk SMK/SMTK kelas X, XI, SMA/MA kelas X, XI, XI, SLB kelas I s/d XII tetap belajar efektif melalui Kelas Maya dalam aplikasi Rumah Belajar yang dikembangkan oleh Pusdatin Kemendikbud RI. "Kepala sekolah beserta guru agar mensosialisasikan instruksi ini kepada orang tua murid dan masyarakat," ujar Punuh.

3 dari 4 halaman

Langkah Cepat Bupati Bone Bolango

Antisipasi Corona Bupati Bonebol Liburkan Sekolah Selama 2 Pekan
Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, mengambil langkah cepat menyikapi kasus virus corona di tanah air yang terus bertambah. (Liputan6.com/Arfandi Ibrahim)

Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, mengambil langkah cepat menyikapi pandemik virus corona covid-19 di Tanah Air yang terus bertambah. Langkah tersebut salah satunya meliburkan aktivitas persekolahan di Bone Bolango selama 2 minggu.

Kebijakan untuk meliburkan aktivitas persekolahan di Kabupaten Bone Bolango, berlaku 16 Maret hingga 27 Maret 2020. Selain meliburkan sekolah, Bupati Bone Bolango, Hamim Pou juga membatalkan semua kegiatan luar daerah yang telah terpapar virus corona. Bagi ASN yang sudah terlanjur di lokasi kegiatan, setelah kembali akan diadakan pemantauan selama 14 hari.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan rapat terbatas yang dilaksanakan Pemkab Bone Bolango, Minggu (15/3/2020). Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bone Bolango, Sugondo Makmur, menyampaikan 5 poin edaran bupati terkait peningkatan kewaspadaan virus corona.

Pertama, camat bersama puskesmas dan fasilitas kesehatan memantau penduduk di wilayah kerjanya. Meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran COVID-19.

"Camat bersama puskesmas supaya aktif menyampaikan travel information bagi penduduknya yang bekerja, menempuh pendidikan, bepergian atau datang dari wilayah terjangkit dan menyampaikan pada pihak terkait atau petugas kesehatan, fasilistas kesehatan untuk dapat ditindak lanjuti," dia menjelaskan.

Kedua, OPD dan instansi terkait untuk dapat meningkatkan koordinasi dalam mencegah dan mendeteksi sedini mungkin penyakit, dengan memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk wilayah Kabupaten Bone Bolango.

"Melaporkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango untuk dilakukan pemantauan status kesehatan terhadap orang yang mempunyai riwayat bepergian, atau datang dari wilayah terjangkit dalam 14 hari terakhir sejak kedatangan," tutur Sugondo Makmur.

Ketiga, rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya supaya berkoordinasi melakukan perawatan dan rujukan sesuai standar. Melaporkan dalam waktu 24 jam secara berjenjang bila diketahui ada orang yang diduga terinfeksi COVID-19.

Keempat, rumah sakit menyiapkan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia dalam kesiapsiagaan apabila ditemukan kasus COVID-19. Menyebarkan informasi dan edukasi mengenai COVID-19 dan cara pencegahannya kepada masyarakat, baik melalui media cetak maupun media elektronik.

"Kelima, kepada seluruh masyarakat di wilayah Bone Bolango untuk berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Rajin cuci tangan pakai sabun, konsumsi makanan bergizi, rajin berolahraga, dan istirahat yang cukup. Jaga kebersihan lingkungan, serta tidak merokok," imbau Sugondo.

4 dari 4 halaman

Simak Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓