Sempat Dinyatakan Negatif, Kang Emil Sebut Pasien Meninggal di Cianjur Positif Corona

Oleh Huyogo Simbolon pada 15 Mar 2020, 14:44 WIB
Diperbarui 15 Mar 2020, 14:44 WIB
Ridwan Kamil
Perbesar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Liputan6.com, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, sebanyak tujuh orang dinyatakan positif terpapar virus Corona atau Covid-19 di wilayahnya. Dari ketujuh pasien, Ridwan mengonfirmasi pasien di Cianjur yang meninggal dunia dinyatakan positif Corona.

Dalam keterangannya di Gedung Pakuan, Minggu (15/3/2020), Ridwan merinci ketujuh pasien positif. Dua warga pertama adalah asal Depok yakni pasien kasus 1 dan 2.

"Kemudian satu warga Cianjur yang meninggal dunia yang dulu disampaikan Bupati Cianjur, ternyata data terakhir yang kami terima pasien positif," kata Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil. 

Dia juga menjelaskan bahwa dua pasien positif di Kabupaten Bekasi merupakan istri dan anak dari pasien positif asal Cianjur.

Lalu, satu positif lainnya di Kota Bandung dan satu di Kota Cirebon yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Sunan Gunung Jati.

Selain itu, pihaknya melalui Dinas Kesehatan juga melakukan pelacakan terhadap kasus spesifik. Yakni pada kasus pasien meninggal di Solo dan peserta tabligh akbar di Petaling Jaya Malaysia.

"Menurut informasi, ada dugaan yang meninggal di Solo itu pernah mengikuti seminar beberapa hari sebelumnya di Sentul, Kabupaten Bogor. Penelusuran berikutnya yang tabligh akbar. Peserta yang dari Jawa Barat sudah kami lacak," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto memastikan, bahwa karyawan BUMN berinisial D yang meninggal di Cianjur, Jawa Barat negatif Covid-19.

Warga Tambun, Bekasi, Jawa Barat yang berusia 50 tahun itu sebelumnya dilaporkan sebagai pasien suspect virus Corona.

"Yang dari Cianjur, hasil pemantauan kita termasuk dalam 155 (pasien) yang negatif. Jadi meninggalnya bukan karena Covid-19," kata Yuri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Yuri mengaku belum mengetahui penyebab pegawai perusahaan pelat merah itu meninggal dunia. Pihaknya akan menelusurinya ke Rumah Sakit dr Hafidz (RSDH) Cianjur, tempat pasien dirawat.

"Akan kami tanyakan ke rumah sakitnya," ucapnya.

D diketahui menjalani perawatan intensif di RSDH Cianjur, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (3/3/2020), setelah diduga terjangkit virus Corona.

D juga diketahui sedang berkunjung ke keluarganya di Cianjur, usai kembali dari Malaysia. Dirinya meninggal dunia sebelum sempat dirujuk ke Bandung.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓