Fakta di Balik Viralnya Video Warga Terjangkit Virus Corona di Bangkalan

Oleh Musthofa Aldo pada 14 Mar 2020, 21:31 WIB
Diperbarui 14 Mar 2020, 21:31 WIB
RSUD Syamrabu

Liputan6.com, Bangkalan - Sejak Jumat, 13 Maret 2020, warga Bangkalan dihebohkan oleh informasi seorang warga terjangkit virus Corona. Tak sekedar isu, informasi itu disertai foto dan video, suasana sebuah rumah sakit di mana petugasnya memakai alat pelindung diri (APD).

Ketua Tim Satgas Penanganan Virus Corona RSUD Syamrabu, dr Catur Budi membenarkan foto itu kemungkinan diambil di ruang IGD rumah sakit milik Pemda Bangkalan.

"Iya, sepertinya foto itu di ruang IGD di sini. Di IGD kan banyak keluarga pasien lain, mungkin salah satunya ada yang moto dan menyebarkan," kata dr Catur soal keaslian foto dan video yang beredar itu, Sabtu, 14 Maret 2020.

Pemakaian alat pelindung diri itu, kata Catur, bermula saat satgas Corona RSUD Syamrabu mendapat informasi dari Puskesmas Kecamatan Kamal, tentang seorang pasien yang memeriksakan diri karena mengalami batuk disertai sesak nafas sepulang menunaikan ibadah Umrah.

Petugas puskesmas berkoordinasi dengan satgas karena khawatir pasien pria itu terjangkit Corona apalagi si pasien baru datang dari luar negeri.

Mendapat Info itu, Satgas RSUD Syamrabu pun berkoordinasi dengan Satgas RSUD dr Soetomo. Dan pasien itu pun dipersilahkan dibawa ke RSUD Syamrabu guna diperiksa lebih lanjut.

"Sesuai SOP penanganan Corona, tim media harus memakai pelindung diri, sebagai bentuk kewaspadaan," ujar Catur Budi.

2 dari 2 halaman

Pasien Dalam Pengawasan

Catur Budi
Ketua Tim Satgas Penanganan Corona RSUD Syamrabu Bangkalan, Dr Catur Budi

Setiba di IGD, pasien yang diperkirakan berusia 50 tahun itu langsung menjalani serangkaian pemeriksaan. Mulai dari sampling air liur, cek laboratorium hingga rontgen.

Dari hasil rontgen dinyatakan positif infeksi paru dan punya sakit asma yang diperkuat keterangan keluarga. Sedangkan sampel liur telah dikirim ke laboratorium Unair untuk diteliti.

Menurut Catur, dari rangkaian cek kesehatan itu, pasien itu belum bisa dikategorikan 'suspect corona'. Sebab, dia punya riwayat asma dan infeksi di paru-parunya bukan karena virus tapi karena bakteri.

Kesimpulan ini diperkuat oleh rute penerbangan Umrah yang dilalui pasien yaitu Surabaya, Mekkah dan Madinah dan pulangnya transit Jakarta. Rute ini sama sekali tidak melewati negara yang terjangkit Corona.

Meski begitu, kondisi kesehatan pasien tetap akan dipantau selama 14 hari ke depan sesuai masa inkubasi corona.

"Statusnya mungkin PDP: pasien dalam pemantauan. Saat ini pasien dirawat di sini, di ruang isolasi biasa," ungkap Catur Budi.

Budi meminta warga tidak panik namun tetap waspada karena virus Corona tidak menyebar lewat udara dan bisa sembuh sendiri.

Lanjutkan Membaca ↓