Misteri Kematian 2 Lansia di Rumah yang Sama di Purwakarta

Oleh Abramena pada 07 Mar 2020, 20:00 WIB
Diperbarui 07 Mar 2020, 20:00 WIB
Dua lansia ditemukan meninggal dunia di rumah yang sama di Purwakarta. (Foto: Liputan6.com/Abramena)
Perbesar
Dua lansia ditemukan meninggal dunia di rumah yang sama di Purwakarta. (Foto: Liputan6.com/Abramena)

Liputan6.com, Purwakarta - Dua orang warga Purwakarta, Barak (77) dan Fatmah (76) ditemukan meninggal dunia di rumahnya, di Jalan Kapten Halim Nomor 94, persisnya di Kelurahan Nagrikidul, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, Jumat (6/3/2020).

Paur Humas Polres Purwakarta, Ipda Tini Yutini, kedua jenazah ditemukan tewas di satu bangunan atau rumah yang sama pada pukul 06.00 WIB. Saat petugas kepolisian mengolah tempat kejadian perkara (TKP), Barak, ditemukan meninggal di kamar tengah dalam keadaan terlungkup di atas tempat tidurnya.

Adapun Fatmah ditemukan di dalam kamar belakang dalam keadaan telungkup di atas lantai. Kedua korban tinggal di rumah tersebut hanya berdua dikarenakan Fatmah seorang janda dan Barak belum pernah menikah.

 

"Korban ditemukan oleh Wardah (40) yang tak lain merupakan keponakan korban," kata Tini, Jumat (6/3/2020).

Dia menjelaskan, peristiwa penemuan dua jenazah yang merupakan dua bersaudara itu berawal ketika saksi, Wardah hendak mampir ke rumah kedua korban sebelum pergi belanja ke Pasar Rebo, Purwakarta.

"Setibanya di rumah korban saksi mencium bau bau busuk menyengat, namun saksi tak berani masuk ke dalam rumah sehingga saksi pun memberitahukan kondisi tersebut ke Nina yang juga merupakan keponakan kedua korban," Tini menjelaskan.

Tak lama kemudian, kedua saksi itu bersama-sama mengecek ke dalam rumah. Ternyata, kedua warga Purwakarta sudah dalam keadaan meninggal dunia. Kondisi kedua jenazah juga sudah membusuk.

"Beberapa hari sebelum ditemukan meninggal dunia, salah satu korban yakni Fatmah sempat mengeluh sakit ke salah satu tetangganya," dia mengungkapkan.

Hingga saat ini polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban. "Keluarga korban tidak bersedia untuk di lakukan autopsi dan menerimanya sebagai takdir dan membuat surat pernyataan," kata Tini.

2 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓