Beredar Kabar Pasien Suspect Virus Corona di Kupang Tak Mau Dirujuk, Begini Faktanya

Oleh Ola Keda pada 05 Mar 2020, 12:02 WIB
Diperbarui 05 Mar 2020, 12:02 WIB
Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)
Perbesar
Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)

Liputan6.com, Kupang - Warga Kupang, NTT, beberapa hari terakhir dibuat heboh dengan berkembangnya kabar, bahwa ada satu orang di daerah tersebut yang terpapar virus corona (Covid-19) usai pulang dari Singapura-Batam. Informasi tersebut secara cepat beredar luas melalui pesan berantai di aplikasi Whatsapp dan media sosial lainnya.

Kabar tersebut pertama kali diunggah pemilik akun Facebook Marche Nawa yang mengatakan, ada seorang perempuan berinisial RID (26) warga Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT, positif virus corona (Covid-19). Kabar tersebut langsung dibantah RID sendiri, bahkan dirinya langsung melaporkan kabar bohong alias hoaks tersebut kepada pihak kepolisian.

Kepada polisi Polda NTT, RID mengakui punya riwayat perjalanan ke Batam pada 23-29 Februari 2020 lalu untuk mengikuti rapat yang diutus langsung oleh perusahaannya. Saat pulang ke Kupang, dirinya mengaku mengalami sakit demam, batuk serta flu.

Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 10.00 Wita, RID berobat ke Puskesmas Kota Kupang untuk memeriksa kesehatan dan meminta surat keterangan.

"Niat awalnya saya mau minta surat keterangan dokter untuk istrahat karena saya flu dan batuk," ujarnya kepada Liputan6.com. Kamis (5/3/2020).

Kepada perawat, RID mengaku setelah dari Batam, dirinya juga sempat ke Singapura beberapa jam.

"Begitu saya bilang kalau saya sempat ke Singapura maka perawat langsung diam dengan ekspresi lain," ujarnya.

Setelah mengaku demikian, dirinya pun dianjurkan dirujuk ke RSU Prof Dr WZ Yohanes Kupang. "Karena saya hanya batuk dan flu maka saya batal ke RSU, saya langsung pulang untuk istrahat. Sorenya saya kaget kalau banyak postingan yang menuduh saya sebagai orang yang terjangkit virus corona," katanya.

RID hanya berharap polisi bisa menemukan pelaku yang menyebarkan informasi hoaks tersebut.

Sementara itu, Kasubdit V/Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda NTT, Kompol Fisie Rahmat Putra, mengaku telah memeriksa sejumlah saksi atas laporan dugaan penyebaran hoaks virus corona tersebut.

"Kita akan minta keterangan akun pengunggah informasi tersebut. Prosesnya tetap berlanjut," katanya. 

 

Isi Unggahan

Berikut tulisan akun Facebook Marche Nawa yang viral tersebut:

"Syalom bapak/mama/saudara semua, mohon ijin dan bantuan. Saya meneruskan informasi update dari Kepala Puskesmas Oebobo dan pihak Dinkes Kota Kupang pada pagi ini. Bapak/mama/saudara mohon bantuan untuk dapat memberikan informasi alamat lengkap terhadap salah seorang warga (Kecamatan) Oebobo, yang baru pulang dari Singapura-Batam (dicurigai terpapar virus corona). Kemarin datang berobat ke Puskesmas Oebobo, lalu diarahkan ke RS (RSU) Johannes. Ternyata dari pagi ini, Tim dari Dinkesmelacak untuk diidentifikasi, ternyata pasien kemarin tidak ke RS Johannes. Jadi mohon bantuan kita bersama untuk 'Melacak' Pasien ini. Terima Kasih, Selamat Bersyukur dan Beraktivitas. TYB KITONG SEMUA.

"Pasien atas nama RID (red), 26 tahun/p. Alamat: Oebobo. Keluhan: demam, batuk, pilek. Sudah batuk pilek katanya sejak dari batam.Riwayat baru pulang dari Batam dan Singapura tanggal 27 februari 2020. Saya kemarin langsung arahkan pasien untuk ke RSU Yohannes."

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓