Pagi-Pagi Menyambangi Markas Buaya di Teritip

Oleh Ahmad Apriyono pada 05 Mar 2020, 06:00 WIB
Diperbarui 05 Mar 2020, 06:00 WIB
Penangkarang Buaya Teritip
Perbesar
Buaya langsung menerkam saat pengunjung melemparkan seekor ayam.

Liputan6.com, Balikpapan - Jika Anda berkunjung ke Balikpapan, sempatkan untuk mampir ke penangkaran buaya Teritip. Di tempat ini, pengunjung bisa menyaksikan tingkah unik buaya dan mempelajari seluk-beluk tentangnya.

Tempat penangkaran buaya Teritip sudah dibangun sejak 1996, dengan tujuan mulia untuk mengembangbiakan dan membudidayakan satwa liar. Selain itu, keberadaan penangkaran buaya Teritip juga dimaksudkan untuk menyediakan pasokan kulit buaya, sebagai bahan baku pembuatan tas untuk industri kreatif usaha kecil dan menengah.

Terlepas dari kedua hal tersebut, keberadaan penangkaran buaya di Teritip juga menjadi salah satu objek wisata keluarga alternatif kebanggan masyarakat Balikpapan. Tak heran saat memasuki akhir pekan dan hari libur sekolah, penangkaran buaya Teritp kerap diramaikan wisatawan, baik dari Balikpapan maupun dari luar daerah.

Januari, seorang petugas penangkaran kepada Liputan6.com mengungkapkan, setidaknya di penangkaran buaya teritip terdapat beberapa jenis buaya, antara lain buaya muara, buaya air tawar, dan buaya supit, yang menjadi salah satu buaya langka di Indonesia.

Lebih jauh Januari menjelaskan, penangkarang buaya di teritip dibagi menjadi beberapa bilik, setiap biliknya ditempati beberapa buaya sesuai dengan ukuran dan jenisnya.

"Proses penangkarannya itu dimulai dari pembibitan, pengkarantinaan, dan pemisahan setelah berumur 12 tahun. Pemisahan ini dilakukan agar buaya gak berantem, dan di usia ini buaya sudah dihitung induk, dan perlu dibuat kandang baru," ujarnya.

Jika Anda berkunjung ke penangkaran buaya Teritip, jangan lewatkan sensasi memberi makan buaya dari jarak dekat. Buaya yang langsung menerkam saat dilemparkan seekor ayam, tentu menjadi pemandangan yang memacu adrenalin dan menghibur. Pengunjung bisa membeli seekor ayam dan langsung melemparkannya di tengah kerumunan buaya. Sensasinya sungguh luar biasa.

Tak hanya itu, di lokasi penangkaran buaya juga dijajakan beberapa ramuan khas yang dihasilkan dari buaya. Buaya tak hanya diambil daging dan kulitnya saja, kelamin dan lemaknya ternyata juga bisa dimanfaatkan. Kelamin buaya betina misalnya, bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan stamina pria, sedangkan lemaknya bisa diramu menjadi obat berbagai penyakit kulit.

Dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 17.00, penangkaran buaya Teritip menjadi menjadi salah satu objek wisata di Balikpapan yang kerap dikunjungi wisatawan. Dengan harga tiket yang terjangkau, Anda sudah bisa belajar tentang perkembangbiakan buaya, sambil berwisata bersama keluarga.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓