Bandara Husein Sastranegara Bandung Setop Penerbangan ke Malaysia dan Singapura

Oleh Huyogo Simbolon pada 04 Mar 2020, 09:25 WIB
Diperbarui 04 Mar 2020, 09:25 WIB
Bandara Internasional Husein Sastranegara
Perbesar
Suasana Bandara Internasional Husein Sastranegara, Senin (1/7/2019). (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Liputan6.com, Bandung - Mulai hari ini, PT Angkasa Pura II Bandara Husein Sastranegara Bandung menghentikan sementara dua rute penerbangan internasional ke Malaysia dan Singapura. Keputusan tersebut menyusul diumumkannya virus Corona atau Covid-19 ke Indonesia.

"Untuk dua penerbangan internasional dihentikan sementara sejak hari ini. Penerbangan khususnya maskapai Air Asia dan Citilink tujuannya Singapura dan Kuala Lumpur," ucap General Manager Husein Sastranegara Andika Nuryaman, Selasa (3/3/2020).

Merebaknya penyebaran virus Corona, kata Andika, tidak dimungkiri mengakibatkan menurunnya penerbangan dengan tujuan ke dua negara tersebut.

"Alasannya karena wabah virus Corona ya. Jadi, penyebab sedikit penumpang karena itu (Covid-19)," katanya.

Diberitakan sebelumnya, terkait antisipasi penyebaran Covid-19, pihak Bandara Husein Sastranegara terus berupaya melakukan pengecekan bagi para penumpang di gerbang keberangkatan maupun kedatangan.

Otoritas bandara, kata dia, telah berkoordinasi dengan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk mengecek kesehatan para penumpang dengan menggunakan thermal scanner.

Pengecekan juga berlaku bagi seluruh pegawai yang bekerja di Bandara Husein.

"Jadi para petugas maupun yang lainnya yang masuk kerja, semuanya pegawai kita, pegawai maskapai penerbangan juga kita cek semuanya untuk memastikan semuanya sehat," katanya.

2 dari 2 halaman

Jabar Bentuk Crisis Center Covid-19

Ridwan Kamil
Perbesar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membentuk Jabar Covid-19 Crisis Center yang berada di Command Center kawasan Gedung Sate, Selasa (3/3/2020). (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membentuk Jabar Covid-19 Crisis Center yang berada di Command Center kawasan Gedung Sate, Selasa (3/3/2020).

Pembentukan Jabar Covid-19 Crisis Center ini dilakukan sebagai upaya pemerintah dalam rangka memusatkan koordinasi dan informasi terkait virus Corona atau yang disebut juga sebagai Covid-19.

Ridwan juga meminta seluruh kabupaten/kota segera membentuk Covid-19 Crisis Center seiring yang telah dilakukan Pemda Provinsi Jawa Barat.

Crisis Center ini akan diketuai langsung oleh Gubernur Jabar dengan Ketua Harian Sekretaris Daerah (Sekda) Provisni Jabar dan Sekretaris oleh Kepala Dinas Kesehatan Jabar.

Adapun tline Covid-19 Dinas Kesehatan Provinsi Jabar: 0811-2093-306 dan Emergency Kesehatan: 119.

Pria yang akrab disapa Emil pun mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jabar sudah menetapkan kondisi Siaga 1 Covid-19 di Jabar. Untuk memaksimalkan upaya pencegahan dan penanganan Covid-19, Pemprov Jabar akan membeli alat-alat kesehatan yang dibutuhkan khususnya untuk fasilitas ruang isolasi bagi rumah sakit yang menjadi rujukan.

“Kami akan mengambil keputusan yang kadang-kadang tidak selalu prosedural, kalau dilama-lama prosedurnya orang keburu terpapar nantinya. Dan salah satunya kita akan membeli alat-alat kesehatan untuk deteksi virus Covid-19," ujarnya.

Emil juga meminta RSUD di seluruh Jabar siap dengan ruang isolasi. Dia pun meminta dinas kesehatan pemda mengecek kesiapannya.

“Saya minta minimal RSUD sudah siap, artinya sudah ada ruang isolasi. Di 27 kabupaten/kota cek ada engga di RSUD-nya ruang isolasi. Kondisikan kalau ada RSUD yang belum punya ruang isolasi,” ujarnya.

Simak video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓