TKI Asal Karawang dari Singapura Terindikasi Virus Corona, Begini Faktanya

Oleh Abramena pada 03 Mar 2020, 10:00 WIB
Diperbarui 03 Mar 2020, 10:00 WIB
Virus Corona di Karawang
Perbesar
Beredar kabar di media sosial, seorang TKI asal Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, terindikasi virus corona sepulang dari Singapura. (Liputan6.com/ Ist/ Abramena)

Liputan6.com, Karawang - Beredar kabar di media sosial, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, terindikasi virus corona (Covid-19) sepulang dari Singapura. Kabar tersebut menyebar dan meresahkan masyarakat.

Kabar tersebut pertama kali diunggah pemilik akun Facebook Sudi Adang Sudrajat. Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan:

"Sekedar info 15 menit yg lalu sy mendapatkan info dari Ibu Bidan Janah bahwa ada warga Pasirjaya inisial I RT 10 yg diduga terjangkit virus corona ybs baru pulang dari singapur, skrg dalam penanganan pihak Graha Medis Cilamaya, kepada warga Pasirjaya agar waspada jangan panik sllu berkoordinasi pada pihak terkait."

Mendengar kabar tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang memastikan berita tersebut hoaks alias bohong.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu mengatakan, pasien warga Pasirjaya tersebut sempat berkonsultasi ke Dinkes Karawanng. Namun semenjak pemeriksaan di klinik, si pasien tidak ada indikasi terjangkit virus corona. Menurutnya, suhu badan normal 37 derajat dan tidak mengalami sesak napas.

"Saat itu suhunya tidak tinggi, sesak napas juga gak ada, gak masuk kategiri corono, hanya demam biasa," tutur Yayuk kepada Liputan6.com, Selasa (3/3/2020).

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Terus Dipantau

Namun demikian, dirinya menjelaskan, saat ini TKI yang baru pulang dari Singapura tersebut masih dalam pemantauan Dinkes Karawang selama 14 hari ke depan. Ia juga sudah menyarankan kepada si pasien berinisial I (36), agar melakukan pola hidup sehat, asupan gizi yang baik, tidak boleh terlalu banyak ke luar rumah dan banyak istirahat.

"Karena dia baru pulang dari Singapur, maka masih dalam pemantauan kita. Tapi sampai saat ini kondisinya masih baik. Makanya saya tadi suruh pulang. Tapi tetap harus rutin konsul, sampai dengan 14 hari pemantauan, sampai dengan Dinkes mengeluarkan surat rekomendasi bebas dari virus corona," katanya.

Yayuk mengaku, selama ini Dinskes Karawang sudah berusaha maksimal melakukan pencegahan virus corona masuk ke Kota Pangkal Perjuangan itu. Upaya kesiapsiagaan melalui buku petunjuk dari Kementerian Kesehatan juga sudah dilakukan. Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi di jajaran Aparatur Negeri Sipil (ASN) Pemkab Karawang, sampai dengan sosialisasi ke masyarakat langsung melalui Puskesmas.

"Dinkes juga sudah mengirimkan surat ke setiap Puskesmas untuk kesiapsiagaa," katanya.

Selain itu, sambung Yayuk, sebelumnya Pemkab Karawang sudah menggelar rapat koordinasi mengenai upaya antisipasi dan pencegahan virus corona (Covid-19).

"Jadi sampai saat ini saya pastikan belum ada satu pun warga Karawang yang terjangkit virus corona. Mengenai kabar warga Cilamaya itu, saya pastikan itu kabar hoax atau kabar bohong," pungkasnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓