Ridwan Kamil Sebut Belum Ada Bukti Virus Corona Hadir Nyata di Depok

Oleh Moch Harunsyah pada 03 Mar 2020, 02:36 WIB
Diperbarui 03 Mar 2020, 02:36 WIB
Ridwan Kamil
Perbesar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memantau prosesi transit 69 ABK Princess Diamond dari Jepang di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Minggu (1/3/20) jelang tengah malam hingga dini hari tadi. (sumber foto : Humas Pemprov Jabar)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkoordinasi dengan Wali Kota Depok terkait 2 orang warganya positif terpapar Virus Corona (Covid-19).

Ridwan Kamil memastikan, sampai dengan Senin (2/3/2020) malam, tidak ada fakta atau temuan bahwa Virus Corona terdapat di Depok. Dengan begitu, dia meminta agar warga Jawa Barat khususnya warga Depok tidak usah panik atau ketakutan berlebihan.

"Locus terinfeksinya di Jakarta, dan belum ada Virus Corona di Depok. Jadi tidak usah panik dan virus itu tidak nempel di benda mati. Hanya kebetulan domisilinya di Depok. Saya tekankan jadi belum ada bukti virus hadir nyata dan secara faktual di Depok, Jawa Barat," kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil di Balaikota Depok.

Dia juga menjelaskan, ada sedikit kekeliruan soal penetapan siaga 1 Virus Corona di Jabar yang seolah baru ditetapkan pada hari ini. Menurut dia, status siaga satu Virus Corona sudah diputukan sejak 2 minggu lalu.

"Siaga 1 Jabar itu siaga satunya sudah 2 minggu lalu saat rapat di Bandung dengan Pangdam dan Kapolda. Saat itu kesimpulannya terkait kesiapan. Jadi seluruh rumah sakit di Jabar ada 27 dan itu sebagai rujukan utama yang akan berkoordinasi dengan RS kelas A yakni RS Hasan Sadikin (RSHS). Untuk mengecek sampel di Labkes di Jakarta dan yang memfowardnya ya disana RSHS," jelas Kang Emil.

Oleh karena itu, Kang Emil berharap warga beraktivitas seperti biasa, tanpa harus merasa ketakutan. Karena dengan ketakutan justru menimbulkan sugesti atau malah menurunnya daya tahan tubuh.

"Poin saya tidak usah takut, aktivitas sehari hari jalankan. Jaga kesehatan dan jangan panik beli masker, karena masker hanya untuk yang sakit," kata dia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya