WNA Korsel Bunuh Diri Gara-gara Depresi Virus Corona di Solo

pada 01 Mar 2020, 05:00 WIB
Diperbarui 01 Mar 2020, 05:00 WIB
Petugas Medis Tangani Pasien Virus Corona di Ruang ICU RS Wuhan
Perbesar
Petugas medis dari Provinsi Jiangsu bekerja di sebuah bangsal ICU Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, 22 Februari 2020. Para tenaga medis dari seluruh China telah mengerahkan upaya terbaik mereka untuk mengobati para pasien COVID-19 di rumah sakit tersebut. (Xinhua/Xiao Yijiu)

Solo - Beredar informasi yang menyebutkan seorang warga negara Korea Selatan meninggal dunia akibat bunuh diri di sebuah hotel di Solo. Orang tersebut diduga bunuh diri karena stres menduga dirinya telah mengidap virus Corona.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Andy Rifai, saat dihubungi Solopos.com mengonfirmasi hal tersebut. Dia membenarkan informasi bahwa warga negara Korsel tersebut bunuh diri karena depresi.

"Iya, dia bunuh diri, [karena menganggap dirinya terkena virus corona] sehingga depresi," kata Andy, Sabtu (29/2/2020) malam.

Padahal WNA Korsel berjenis kelamin perempuan tersebut negatif virus Corona. Saat jenazahnya menjalani otopsi di RSUD dr Moewardi Solo, hasilnya negatif virus Corona.

Menurut Andy, insiden bunuh diri itu sudah terjadi satu pekan lalu, tepatnya pada Minggu (23/2/2020) lalu. Aksi nekat korban itu terungkap saat rekan korban yang juga warga negara Korsel berusaha menghubunginya, namun tidak ada respons.

Karena tidak direspons, sang rekan akhirnya mendatangi kamar hotel korban. Saat dipanggil-panggil, korban juga tidak bereaksi. Akhirnya setelah bisa masuk kamar, sang rekan menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa akibat gantung diri.

Saat ditanya soal identitas warga negara Korsel tersebut, Andy mengaku tidak ingat namanya. "Aduh soalnya nama Korea," ujarnya.

Namun dalam pemberitaan yang sudah beredar, nama perempuan tersebut adalah Jung Eun Hee. Andy juga enggan memberitahukan nama hotel tempat perempuan tersebut bunuh diri.

Jenazah perempuan tersebut kemudian dibawa ke RSUD dr Moewardi untuk diotopsi. Setelah dinyatakan negatif virus Corona, jenazah kemudian dibawa ke negara asalnya.

"Kita beritahukan kepada Dubes Korea Selatan, kemudian kita bantu pemulangannya ke bandara [Adi Soemarmo]," pungkas Andy.

Dapatkan berita menarik Solopos.com lainnya, di sini:

2 dari 2 halaman

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓