Jalan-Jalan Pagi dari Curug Parigi Sampai Gedung Tinggi

Oleh Liputan Enam pada 28 Feb 2020, 06:00 WIB
Diperbarui 28 Feb 2020, 06:00 WIB
Curug Parigi
Perbesar
Curug parigi berlokasi di Desa Cikiwul, Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Foto: Andi Jatmiko/ Liputan6.com.

Liputan6.com, Jakarta Kota Bekasi dikenal sebagai tempat tinggal kaum urban dan berkumpulnya tempat industri. Namun Bekasi juga memiliki tempat wisata mulai dari wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya hingga wisata religi.

Berbagai wisata alam juga sejarah pun memiliki keunikan tersendiri, berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (26/02/20).

 

 

 

 

 

 

2 dari 3 halaman

Keindahan Alam yang Ditawarkan dari Pinggir Kota

Curug Parigi

Curug Parigi berada di Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi, lokasi tersebut tidak jauh dari Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Curug ini disebut sebagai Little Niagara Bekasi, sebab bentukannya tidak seperti air terjun biasanya yang tinggi tetapi melebar, curug parigi ini juga menyerupai air terjun Niagara di Amerika.

Mulanya dari keunikan curug ini, memanggil wisatawan untuk menikmati waktu liburan dan berkumpul dengan keluarga.

Situ Cibeureum

Situ atau danau alami yang berada di Bekasi ini, dijadikan tempat nongkrong gratis dari berbagai kalangan untuk menikmati keindahannya. Selain itu, situ cibereum bisa dijadikan sebagai tempat memancing ikan-ikan, seperti ikan mujair, ikan gabus, dan lain-lain.

Pantai Muara Gembong

Berada di kawasan Hutan Mangrove Muara Gembong, Pantai Muara Gembong menyajikan panorama yang sangat memukau. Deburan ombak yang tenang dan hamparan pasir di sepanjang pantai, membuat kalian semakin menikmati suasana yang damai di pantai tersebut.

Lokasi Pantai Muara Gembong berada di Desa Pantai Sederhana, Muara Gembong, di ujung utara Kabupaten Bekasi, berbatasan langsung dengan Kabupaten Karawang dan Teluk Jakarta.

3 dari 3 halaman

Wisata Peninggalan Sejarah

Saung Sarongge Cianjur
Perbesar
ilustrasi Saung Sarongge Cianjur/copyright Syifa Ismalia

Rumah Tuan Tanah Pebayuran

Peninggalan sejarah Rumah Tuan Tanah ini terletak di Jalan Raya Pebayuran, Desa Pebayuran, Kecamatan Pebayuran, memiliki bangunan dengan gaya Eropa. Bangunan yang unik ini memiliki beberapa ruangan yang masing-masing memiliki fungsi berbeda.

Konon bangunan ini digunakan tempat perjuangan rakyat Indonesia khusus wilayah Bekasi dan Karawang.sebagai  basis perjuangan rakyat Indonesia terutama dari daerah Bekasi dan Karawang.

Saung Ranggon

Wisata sejarah ini berada di Kampung Cikedokan, Desa Cikedokan, Kecamatan Cikarang Barat. Bangunan ini dibuat pada abad ke-16. Gaya bangunan ini terbilang tradisional, karena berbentuk seperti rumah panggung, yang memiliki ruangan terbuka.

Selain sebagai tempat wisata sejarah, saung ranggon juga dijadikan tempat perayaan tradisi seperti pada bulan Maulid, cuci pusaka dan dilanjutkan dengan hiburan jaipongan.

Gedung Tinggi

Bangunan ini memiliki banyak sebutan di antaranya Gedung Juang, Gedung Juang Tambun, dan Gedung Juang 45. Berdiri pada tahun 1902 dibangun oleh tuan tanah keturunan Cina bernama Kouw Tjing Kee.

Pada masa itu, bangunan difungsikan sebagai Kantor Kabupaten Jatinegara oleh KNI (Komite Nasional Indonesia) dan Pusat Komando Perjuangan RI melawan Sekutu. Seiring berjalannya waktu, gedung ini pun beralih fungsi sebagai tempat wisata sejarah.

 

 (Nadiyah Fitriyah / PNJ)

Lanjutkan Membaca ↓