Cerita Korban Banjir Karawang, Warung Hanyut dan Puluhan Gram Emas Hilang

Oleh Abramena pada 25 Feb 2020, 13:00 WIB
Diperbarui 25 Feb 2020, 13:00 WIB
Banjir Karawang
Perbesar
Banjir di Karawang yang disebabkan luapan sungai Cikereteg, di kampung Karadak, Desa Wanajaya, Kecamatan Pangkalan. (Liputan6.com/ Abramena)

Liputan6.com, Karawang -brame Dua rumah sekaligus warung milik warga rusak akibat luapan sungai Cikereteg, di kampung Karadak, Desa Wanajaya, Kecamatan Pangkalan, Karawang. Perhiasan dan alat rumah tangga serta seisi warung hanyut terbawa arus banjir.

Euis (40) korban banjir itu menuturkan, saat sungai meluap dirinya langsung menyelamatkan diri mencari tempat yang lebih aman. Luapan sungai yang deras dari hulu sungai membuat dirinya tidak sempat menyelamatkan barang barang berharga miliknya.

"Begitu air sungai mengalir deras naik masuk ke rumah langsung menyelamatkan diri," katanya kepada Liputan6.com, Selasa (25/2/2020).

Dirinya mengaku hanya baju yang dikenakannya satu-satunya harta yang bisa dibawa, sementara seisi warung dan alat rumah tangga dalam rumah, mulai dari TV, kulkas, lemari pendingin, dan barang lainnya hanyut terbawa arus banjir yang deras .

"Tidak ada yang tersisa sama sekali," ungkapnya.

Euis merasa sedih perhiasan emas yang disimpan dalam lemari seberat 55 gram juga tidak bisa diselamatkan, padahal perhiasan itu merupakan simpanan hasil menabung bertahun-tahun.

"Perhiasan emas mulai dari kalung dan gelang hilang terbawa banjir deras," tambahnya.

Kepala BPBD Karawang, Yasin Nasruhin mengatakan, banjir di Kecamatan Pangkalan imbas luapan sungai Cikeretg ada dua desa, yaitu Desa Wanajaya dan Wanakerta, akibat curah hujan tinggi di hulu sungai dengan ketinggian 1-2 meter.

"Ada dua desa akibat luapan sungai Cikereteg, jumlah rumah masih dalam pendataan," katanya.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓