Mengintip Sepak Terjang Menantu Jokowi Bobby Nasution dalam Dunia Bisnis

Oleh Reza Efendi pada 15 Feb 2020, 01:00 WIB
Diperbarui 15 Feb 2020, 01:00 WIB
Bobby Nasution

Liputan6.com, Medan - Komunitas Medan Berkah menggelar silaturahmi yang dikemas dengan diskusi. Pada kegiatan yang digelar di Jumpa Kawan, Jalan Wahid Hasyim, Kota Medan ini, hadir pengusaha muda Bobby Nasution.

Dalam diskusi yang bertajuk 'Medan Hari Ini', Komunitas Medan Berkah yang banyak diisi milenial bertanya kepada Bobby Nasution tentang bisnis. Tanpa canggung, Bobby berbagi pengalaman dalam bidang bisnis yang ternyata sejak kuliah sudah mulai ia rintis.

Jebolan S2 Agribisnis IPB itu mengungkapkan pernah memulai usaha pertamanya dengan beternak lele. Kemudian, ia juga pernah juga usaha Multi Level marketing (MLM).

"Namun gagal dengan berbagai hal," ungkap Bobby, Jumat (14/2/2020).

Bobby Nasution kemudian banting stir usaha ke bidang properti. Awalnya, mereka berusaha dengan memulai renovasi rumah, selanjutnya memberanikan diri membangun usaha properti dan bertahan hingga kini.

Namun, bukan tanpa ujian, Bobby juga merasakan pasang surut dalam usaha. Suami Kahiyang Ayu ini pernah dalam usaha properti, rumah contoh yang mereka bangun sampai hancur tidak ada yang melirik.

"Ternyata bukan kualitas yang kurang, tapi lebih kepada ego sebagai pengusaha properti. Membangun bisnis itu tidak ada namanya saingan dan musuh. Persaingan dalam inovasi. Satu industri adalah mitra. Jangan ada egoisme di antara pengusaha," ucapnya.

Kepada para pelaku entrepreneur, Bobby memberikan saran untuk berani kolaborasi, sama-sama memberikan yang terbaik.

"Intinya, berani kolaborasi," ungkapnya.

Di sela-sela diskusi ada yang penasaran bagaimana Bobby menjalankan bisnisnya. Salah satunya, Rizky Nasution dari political enterpreneurship. Rizky bertanya bagaimana caranya Bobby tetap semangat dan bertahan dalam manajemen bisnisnya.

Menantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi itupun menjawab, dalam menjalankan bisnis agar tetap semangat dengan cara selalu membuat inovasi.

"Misal pengusaha kuliner, harus berani berkolaborasi dengan pengusaha di bidang lain. Jangan melulu dengan usaha yang dijalankan. Coba bertemu dengan orang-orang baru. Pasti ada saja nyambungnya," sebut penggagas Kolaborasi Medan Berkah itu.

 

2 dari 2 halaman

Iklim Usaha di Medan

Bobby Afif Nasution nonton bareng di Warkop Jurnalis Medan
Bobby mengaku, sembari menjalin komunikasi secara intens dengan partai politik, juga sudah mempersiapkan visi dan misi untuk membangun Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) lebih baik lagi

Ada juga yang bertanya bagaimana cara mahasiswa berwirausaha dengan modal uang jajan yang terbatas. Bobby menyarankan agar berusaha dengan bersama-sama.

"Nah, ajak kawan untuk saling bersama buka usaha. Berkolaborasi, jangan main sendiri," jawabnya.

Disinggung bagaimana iklim enterpreneurship di Kota Medan, menurut Bobby berdasarkan pengalaman yang dijalaninya, Kota Medan masih belum ramah terhadap dunia usaha.

"Saya sudah urus izin usaha di Medan. Semua sudah oke, tapi di lapangan banyak kendala. Banyak yang datang menghalangi usaha dengan berbagai macam dalih. Saya rasa Medan masih kurang ramah dalam ekosistem usaha," sebutnya.

Bobby diketahui menjadi salah satu Bakal Calon Wali Kota Medan 2020-2024. Harapan perubahan kini bersandar di pundaknya.

"Insya Allah Bobby bisa menjadi pemimpin yang mengerti harapan rakyat," harap Iqbal, salah satu pelaku start-up yang hadir.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓