Kesegaran Unik Es Cuwing, Pelepas Dahaga di Tengah Panasnya Cirebon

Oleh Panji Prayitno pada 15 Feb 2020, 08:00 WIB
Diperbarui 15 Feb 2020, 08:00 WIB
Manis Gurih Es Cuwing Pelepas Dahaga Saat Berkunjung ke Cirebon

Liputan6.com, Cirebon - Teriknya matahari di Cirebon tak menurunkan semangat Mang Lilik melayani pembeli dalam menjual Es Cuwing di Jalan Kartini Kota Cirebon.

Es Cuwing merupakan salah satu minuman tradisional Cirebon yang menjadi pelepas dahaga di tengah aktivitas sehari-hari masyarakat. Meski hujan, Es Cuwing Mang Lilik tetap ramai pembeli.

"Sebenarnya musim rendeng atau hujan ini turun mas biasanya 300 mangkok sehari kalau musim hujan 150 mangkok. Tapi Alhamdulillah masih ada yang beli," kata Lilik, Jumat (14/2/2020).

Lilik menyebutkan, bahan baku utama es tersebut adalah Cuwing yang diolah dari pohon dan dedaunan khas di Jawa Barat. Lilik belanja daun cuwing di Kabupaten Kuningan dan Majalengka.

Cuwing tersebut diolah sendiri hingga berwarna hijau seperti agar-agar. Dalam satu mangkok, Es Cuwing Cirebon dipadukan dengan bubur lemu, cendol, kelapa.

Kemudian, dibalur dengan gula jawa serta santan agar menghasilkan rasa yang manis gurih. Lilik sendiri hampir tak pernah ada waktu istirahat selama berjualan.

"Ya beginilah mas kalau sedang ramai hampir tidak ada waktu istirahat tapi habisnya cepat dan saya bisa pulang cepat juga," ujar dia.

Rasanya yang manis gurih serta dingin membuat lidah penikmat kuliner tradisional tak henti menyeruput setiap sendoknya. Es Cuwing Cirebon yang dijual Mang Lilik seharga Rp 5000 per mangkok.

2 dari 3 halaman

Banyak Pelanggan

Manis Gurih Es Cuwing Pelepas Dahaga Saat Berkunjung ke Cirebon
Mang Lilik penjual es cuwing Cirebon tak pernah berhenti melayani pembeli. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Lilik yang sudah berjualan sejak 1994 itu mengaku sudah banyak pelanggan. Mulai dari warga Cirebon maupun luar daerah selalu mampir ke tempat jualan Lilik.

Bahkan, kata Lilik, tidak sedikit orang yang memesan Es Cuwing untuk dibawa ke luar kota.

"Bisa saja dan tidak basi asal cuwing dan lain-lainnya dipisah terutama dengan gula jawa dan santannya agar tidak bau. Selain itu agar awet dimasukkan ke dalam kulkas," kata dia.

Lilik mengatakan, Es Cuwing jualannya itu merupakan usaha yang dirintis orang tuanya dulu. Bahkan sebagian besar keluarga Lilik adalah pedagang es cuwing di Kota Cirebon.

Lilik sendiri mulai berjualan es cuwing sejak tahun 1994. Dia menggantikan kakaknya yang saat ini sudah punya toko sembako dirumahnya.

"Saya sendiri tidak tahu kapan pastinya bapak saya jualan es cuwing yang jelas sejak saya lahir memang sudah ada es cuwing ini," kata dia.

Pada perjalanannya, varian pendamping Es Cuwing mengalami perubahan. Dia menyebutkan, dulu hanya sebatas paduan Cuwing dengan Bubur Lemu saja.

Saat ini, paduan pendamping Cuwing lebih banyak dan beragam sehingga berpengaruh kepada rasa. Lilik sendiri memutuskan mengganti sang kakak karena dianggap sudah memiliki usaha sendiri.

"Kakak saya sudah punya toko sembako sendiri jadi saya yang terusin disamping itu pendapatan saya saat jadi penganyam rotan tidak cukup menafkahi istri dan anak," kata dia.

 

3 dari 3 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓