Bocah 4 Tahun Asal Cirebon Koma Usai Dipatok Ular

Oleh Panji Prayitno pada 12 Feb 2020, 14:00 WIB
Diperbarui 12 Feb 2020, 14:00 WIB
Bocah Empat Tahun Asal Cirebon Koma Usai Dipatok Ular

Liputan6.com, Cirebon - Seorang bocah berusia empat tahun asal Desa Pamengkang Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon mengalami koma dan harus dirawat di ruang Pediatrik ICU (PICU) RSD Gunung Jati Cirebon.

Bocah tersebut koma lantaran dipatok ular berbisa di rumahnya. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni mengatakan, anak tersebut dipatok ular saat sedang terlelap.

"Menurut pengakuan orangtuanya si anak dipatok pada bagian telapak kaki sebelah kanan. Sekarang masih koma dan kami sendiri terus berupaya melakukan berbagai penanganan agar si anak sembuh," ujar dia, Selasa (11/2/2020/.

Enny mengaku masih melakukan penyelidikan terkait jenis ular berbisa yang mematok bocah tersebut. Dia juga mengundang dokter ahli yang menangani pasien akibat gigitan ular.

Menurut dia, hingga saat ini belum diketahui jenis ular yang membuat si bocah koma. Dia mengaku khawatir ular tersebut hasil perkawinan silang sesama ular ganas sehingga menghasilkan keturunan dengan toxin atau bisa racun yang berbeda.

"Dipatoknya hari Jumat malam lalu sudah sempat ada upaya penanganan di puskesmas kemudian dirujuk ke RSD Gunung Jati," kata dia.

Dari hasil observasi sementara, pasien terlambat diberikan pertolongan pertama. Enny menduga korban sudah tergigit cukup lama sampai orangtuanya tahu.

"Tahunya pas tiba-tiba ada ular di balik selimutnya korban. Bisa koma mungkin rentang waktu penanganannya terbilang lama sebelum dibawa ke RSD Gunung Jati Cirebon itu juga diperkuat dengan cerita keluarga korban si anak saat ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri," sambung Enny.

2 dari 2 halaman

Perkawinan Silang

Bocah Empat Tahun Asal Cirebon Koma Usai Dipatok Ular
Ruangan tempat bocah berusia empat tahun yang koma karena terpatok ular berbisa. Foto (Liputan6,com / Panji Prayitno)

Selain berupaya membuat korban sembuh, Dinkes Kabupaten Cirebon juga melakukan berbagai langkah antisipasi. Dinkes Kabupaten Cirebon memanggil dokter spesialis penanganan ular untuk membantu kesembuhan korban.

Selain itu, memberi pelatihan kepada petugas fungsional tingkat puskesmas untuk dengan sigap memberi penanganan khusus kepada pasien yang terkena sengatan bisa atau dipatok ular.

"Kami sudah panggil dokter Tri untuk membantu menangani korban. Karena sampai sekarang belum diketahui jenis ular dan racunnya," ujar Enny.

Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Perawatan RSD Gunung Jati Cirebon Maria mengatakan hasil observasi sementara ular tersebut jenis weling.

Namun, kata dia, ada keanehan pada ciri-ciri yang dimaksud ular weling itu sendiri. Dia menduga, ular yang mematok bocah usia empat tahun tersebut bukan ular biasa.

"Dikhawatirkan ular hasil perkawinan silang sesama ular berbisa lainnya. Karena racun atau toxin nya ular sendiri berbeda. Kalau kobra kami sudah biasa menangani dan ada obatnya yang ini kami masih terus berusaha menyembuhkan korban," kata dia. 

Saksikan video pilihan berikut ini: 

Lanjutkan Membaca ↓