Seribu Harapan di Geopark Karangsambung-Karangbolong Kebumen

Oleh Muhamad Ridlo pada 09 Feb 2020, 16:00 WIB
Diperbarui 09 Feb 2020, 16:00 WIB
Panorama pagi Bukit Pentulu di Geopark Karangsambung-Karangbolong, Kebumen. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Kebumen - Dari atas bukit Pentulu, Karangsambung, Kebumen, gunung-gunung purba bak raksasa tua yang berselimut kabut. Ini lah sebagian dari kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong, sebuah cagar geologi yang terlengkap dan terluas di Asia.

Di tempat ini, terdapat situs batuan Sekis Mika berumur 117 tahun. Dipercaya, formasi di Kebumen ini lah muasal pembentukan Pulau Jawa dimulai.

Geopark Karangsambung-Karangbolong mencakup luasan sekitar 543 kilometer persegi, di 117 desa dan 12 kecamatan di Kebumen. Geopark ini terdiri dari situs warisan geologi dan bentang alam di kawasan Cagar Alam Geologi Nasional Karangsambung serta Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gombong Selatan.

 

Selain ilmu pengetahuan, tentu saja batuan-batuan tua nan eksotik ini menyimpan potensi ekonomi. Pariwisata patut dikedepankan sebagai alternatif pendapatan warga, alih-alih menambang batu dan pasir yang selama ini lazim dilakukan.

Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz mengatakan geopark bisa dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis edukasi, atau geowisata. Pariwisata berbasis konservasi kawasan geologi ini diharapkan bisa memicu pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama yang berada dalam kawasan geopark.

“Karena ini penting untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya, Sabtu, 1 Februari 2020.

Menurut Yazid, pengembangan sektor pariwisata bisa menjadi opsi pemkab untuk program pengentasan kemiskinan. Pasalnya, sejumlah wilayah di Geopark Karangsambung-Karangbolong yang meliputi sejumlah kecamatan adalah kantong-kantong kemiskinan.

Usai ditetapkan menjadi Geopark Nasional pada November 2018 lalu, Yazid bahkan menginginkan agar kawasan Cagar Geologi Karangsambung-Karangbolong naik status menjadi Geopark Global yang diakui Unesco.

 

2 dari 3 halaman

Perlindungan Geopark Karangsambung-Karangbolong

Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Target itu tentu tak semudah membalik telapak tangan. Perlu kesiapan semua pihak dalam pengelolaan geopark ini. Salah satunya adalah dari sisi perlindungannya.

Karenanya, Pemkab Kebumen berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Tengah untuk menghentikan penambangan di kawasan Cagar Alam Geologi Nasional atau Geopark Karangsambung-Karangbolong.

Cara paling efektif dan tak menimbulkan goncangan yakni dengan tidak memperpanjang izin penambangan lama dan tak lagi menerbitkan izin tambang baru. Langkah itu dilakukan untuk melindungi kawasan geopark yang telah menjadi warisan kekayaan dunia.

Adapun pengusaha yang hendak mengajukan izin tambang bakal diarahkan ke lokasi di luar geopark. Pasalnya, penambangan batu dan pasir berpotensi mengancam kelestarian geopark.

“Terbit izinnya sebelum kawasan Karangsambung-Karangbolong ditetapkan menjadi geopark nasional. Jadi penambangan harus dihentikan,” ucap dia.

Kebumen, tak semata kawasan geopark. Bentangan pesisir selatannya menyimpan potensi wisata lain yang tak kalah mempesona. Wisata, bakal menjadi sumber pendapatan penting Kebumen.

Pariwisata adalah soal bagaimana wisatawan mudah mengakses destinasi wisata. Saat destinasi wisata itu mudah dicapai, satu langkah penting kelar dilakukan. Soal lainnya, tinggal bagaimana pengelolaan destinasi wisata tersebut.

 

3 dari 3 halaman

3 Exit Tol Jawa Selatan

Jalan Lintas Selatan Selatan (JLSS) ruas Kebumen. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Jalan Lintas Selatan Selatan (JLSS) ruas Kebumen. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Sebab itu, Yazid meminta agar Kementerian PUPR membangun tiga exit tol di wilayah Kebumen dalam proyek tol Yogyakarta-Cilacap. Tiga exit tol tersebut untuk menunjang agar Kebumen bisa memperoleh manfaat lebih besar.

Keberadaan exit tol itu sangat penting untuk mempermudah akses Kebumen ke wilayah lain. Keberadaan exit tol juga bakal memicu perkembangan industri, sekaligus memastikan industri wisata Kebumen tetap berkembang.

Menurut dia, pintu tol memungkinkan pelintas dari luar wilayah bisa mengunjungi tempat wisata dengan mudah. Imbasnya, kunjungan wisata Kebumen berpotensi meningkat.

“Kalau tidak ada exit tolnya wisata kita bisa mati,” ucapnya.

Selain exit tol, bupati juga agar nanti ada rest area di Kebumen. Rest area itu untuk memastikan agar masyarakat Kebumen bisa mendapat manfaat langsung dari keberadaan tol ini.

Di rest area, Pemkab akan memfasilitasi gerai khusus produk lokal Kebumen. Keberadaan gerai ini setidaknya membuat produk industri lokal Kebumen dikenal semakin luas.

Meski sudah mendapatkan informasi mengenai rencana pembangunan tol selatan, tetapi ia mengaku belum mendapatkan detail engineering design (DED). Itu termasuk trase atau jalur tol dan kapan akan mulai dibangun di Kebumen.

“DED-nya belum. Saya meminta agar PUPR membuat tiga exit tol. Satu di Ayah, kemudian ada juga di tengah dan timur,” dia menegaskan.

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓