Diduga Akibat Perundungan, Siswa SMP di Kota Malang Harus Amputasi Jari Tengah

Oleh Liputan Enam pada 06 Feb 2020, 02:30 WIB
Diperbarui 06 Feb 2020, 02:30 WIB
Korban perundungan pelajar di Pekanbaru masih dirawat intensif karena mengalami patah tulang hidung.
Perbesar
Korban perundungan pelajar di Pekanbaru masih dirawat intensif karena mengalami patah tulang hidung. (Liputan6.com/Istimewa/M Syukur)

Liputan6.com, Malang - Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Malang, Jawa Timur, berinisial MS harus menjalani operasi amputasi jari tengah, akibat dugaan perundungan yang dilakukan oleh tujuh temannya.

Paman korban, Taufik, mengatakan bahwa keputusan untuk mengamputasi jari tengah tangan kanan korban tersebut dilakukan setelah tim dokter melakukan observasi kondisi MS, yang menyebutkan bahwa ujung jari itu sudah tidak lagi berfungsi.

"Telah dilakukan observasi terhadap jari MS. Jarinya sudah tidak berfungsi ujungnya, akhirnya kami dikonfirmasi bahwa akan dilakukan amputasi," kata Taufik, di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa, 4 Februari 2020, dilansir Antara.

Taufik mengatakan, operasi amputasi jari tengah MS tersebut dilakukan pada Selasa petang sekitar pukul 18.00 WIB. Pihak keluarga sangat menyayangkan kejadian yang menimpa MS dan berharap tidak ada lagi kejadian serupa yang menimpa anak-anak.

Taufik menjelaskan, MS yang berusia 13 tahun itu tidak bercerita tentang kekerasan yang dia alami. MS yang merupakan siswa kelas VII di SMP Negeri di Kota Malang tersebut, dikenal sebagai sosok yang pendiam.

"Keponakan saya itu anak yang pendiam, tidak suka mengadu," ujar Taufik.

Sementara itu, Perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Malang Peduli Pendidikan Sri Wahyuningsih menyatakan, dirinya mewakili masyarakat Kota Malang merasa prihatin atas kejadian yang menimpa MS, terlebih pada saat berada di lingkungan sekolah.

"Kami sangat prihatin atas keadaan adik MS. Kami mengharap kejadian ini tidak terjadi lagi dan anak-anak terjamin keamanan dan kenyamanannya ketika berada di sekolah," ujar Wahyuningsih.

Terkait kasus tersebut, pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi dan tujuh murid terduga pelaku kekerasan terhadap MS, yang juga merupakan pelajar di SMPN tempat MS bersekolah.

Pihak Polresta Malang Kota menyatakan menjamin keselamatan dan memberikan perlindungan kepada korban secara penuh, dan mengharapkan korban yang merupakan siswa SMPN kelas VII tersebut bisa segera pulih.

Kasus tersebut mencuat akibat beredarnya sebuah video yang merekam kondisi MS dengan penuh luka memar pada saat berada di rumah sakit. Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Malang menyatakan bahwa luka-luka yang diderita korban bukan akibat kekerasan.

Namun, informasi yang viral dan beredar di masyarakat, MS merupakan korban perundungan dari kakak kelasnya. Ditengarai ada tujuh anak yang diduga melakukan perundungan terhadap MS dan menyebabkan luka memar di tubuh MS.

 

Akhmad Mundzirul Awwal/PNJ.

2 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓