Cerita Mahasiswa FK di China Asal Bulukumba Tak Ikut Rombongan Evakuasi

Oleh Eka Hakim pada 05 Feb 2020, 04:00 WIB
Diperbarui 05 Feb 2020, 04:00 WIB
Antisipasi Virus Corona, Jepang Pantau Pelancong Asal China
Perbesar
Petugas karantina membenarkan kamera termografi ekstra untuk memantau para pelancong dari Wuhan China dan kota-kota lain di Bandara Internasional Narita, Narita, Tokyo, Kamis (23/1/2020). Jepang meningkatkan pengamanan untuk mewaspadai penyebaran virus corona asal China. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Liputan6.com, Bulukumba - Nadia, satu di antara warga Indonesia tepatnya asal Kabupaten Bulukumba, Sulsel yang hingga saat ini belum dievakuasi oleh Pemerintahan Indonesia keluar dari negara China usai merebaknya wabah virus corona yang berpusat di Kota Wuhan.

Dia yang diketahui tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran di Hubei University of Science and Technology itu mengaku lokasi domisilinya masuk dalam urutan ke-4 penyebaran wabah virus corona tersebut.

"Saya berada di Kota Xinxiang, Provinsi Henan yang jaraknya lumayan jauh dari Wuhan sekitar 513 kilometer. Tapi provinsi tempat saya sudah di urutan ke-4 penyebarannya," kata Nadia via pesan singkat dengan Liputan6.com, Selasa (4/2/2020).

Ia mengaku telah mengetahui adanya upaya evakuasi oleh Pemerintah Indonesia terhadap warga Indonesia yang berada di China.

"Cuma yang dievakuasi itu yang hanya berada di pusat penyebaran Wuhan dan sekitarnya," tutur Nadia.

Ia berharap proses evakuasi oleh pemerintah Indonesia selanjutnya bisa melebar ke daerah-daerah lainnya yang tentunya daerah yang sudah terkena dampak penyebaran wabah virus corona tersebut.

"Sementara ini kami masih bertahan dengan fasilitas yang ada," ucap Nadia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Evakuasi 10 WNI Asal Sulsel

Orang-orang berjalan melewati Stasiun Kereta Api Hankou yang ditutup di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (23/1/2020). Pemerintah China mengisolasi Kota Wuhan yang berpenduduk sekitar 11 juta jiwa untuk menahan penyebaran virus corona.
Perbesar
Orang-orang berjalan melewati Stasiun Kereta Api Hankou yang ditutup di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (23/1/2020). Pemerintah China mengisolasi Kota Wuhan yang berpenduduk sekitar 11 juta jiwa untuk menahan penyebaran virus corona. (Chinatopix via AP)

Sebelumnya, tercatat sudah ada sekitar 10 orang warga Indonesia asal Provinsi Sulsel yang telah dievakuasi dengan selamat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu 2 Februari 2020.

Ada 10 orang warga asal Sulsel yang diketahui identitasnya masing-masing bernama Lasdinar Rahmati, Putri Nurhisiyah Madyajamil, Syahratulwilda Sirajuddin, Sry Wahyuni, Gregoria Talitharante Allo, Mega Anggreni, Dea Erlenda Gorri, Esti Wulandari Karim, Mira Belivan Ali Taufik dan Pacinongi Tenriampa itu dikabarkan masih berstatus mahasiswa Fakultas Kedokteran di University Medical, Kota Chongqing, China.

"Setelah melalui pemeriksaan menggunakan alat thermal scanner atau pendeteksi suhu panas tubuh manusia saat tiba di bandara kemarin, mereka dinyatakan tidak terpapar atau terjangkit wabah virus corona," kata Kepala Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Makassar, Darmawan Handoko.

Meski demikian, kata dia, para mahasiswa yang dievakuasi tersebut tetap dipantau atau menjalani proses karantina secara mandiri di rumah masing-masing.

"Hasil pemeriksaan kemarin baik suhu badannya itu hasilnya negatif. Tapi tetap protapnya ikuti tahapan karantina mandiri," jelas Darmawan.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya