Disnaker Pastikan 23 TKA China di Kota Bandung Bebas Virus Corona

Oleh Huyogo Simbolon pada 04 Feb 2020, 21:00 WIB
Diperbarui 04 Feb 2020, 21:00 WIB
Pemeriksaan kesehatan pekerja asal China di Konawe oleh KKP Kendari, Sabtu (1/2/2020).(Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua).
Perbesar
Pemeriksaan kesehatan pekerja asal China di Konawe oleh KKP Kendari, Sabtu (1/2/2020).(Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua).

Liputan6.com, Bandung - Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung Arief Syaifudin memastikan sebanyak 23 tenaga kerja asing (TKA) asal China yang bekerja di berbagai perusahaan di wilayahnya bebas dari Virus Corona baru (2019 nCoV).

Arief mengatakan, pihaknya telah mendata para pekerja asing khususnya dari China, menyusul kabar penyebaran Virus Corona oleh tenaga kerja asing. Dari 23 tenaga kerja asal China yang masih bekerja di Bandung tidak ada yang terjangkit virus tersebut.

"Kita sudah lakukan monitoring, untuk yang 16 orang tertahan di China belum boleh masuk ke sini lagi. Sedangkan 23 orang masih bekerja, ada yang sebagai marketing, guru, dosen, pada umumnya di perkantoran," ujar Arief, Selasa (4/2/2020).

Disnaker mencatat ada 44 warga negara China yang bekerja di Kota Bandung. Namun lima orang di antaranya sudah habis masa kerjanya dan sudah pulang sebelum wabah virus corona terjadi. Sedangkan 16 orang lainnya pulang dalam rangka merayakan Imlek beberapa waktu lalu.

Menurutnya, hingga saat ini tidak ditemukan gejala Virus Corona pada 23 tenaga kerja asing asal China yang masih bekerja di Bandung. Kendati demikian, Disnaker meminta pihak perusahaan untuk terus memantau kesehatan para karyawannya. 

"Upaya yang kami sampaikan ke perusahaan agar terus memantau dengan responsif dan tanggap terhadap kondisi kesehatannya. Salah satunya memeriksa kesehatan para tenaga kerja asing asal China tersebut," katanya.

Lebih lanjut Arief menuturkan, pencegahan penyebaran virus corona sebetulnya sudah berjenjang dari pemerintah pusat. Saat tenaga kerja asing yang baru pulang dari negara asalnya masuk bandara sudah terperiksa kesehatannya.

"Kalaupun nanti masuk ke Kota Bandung kita juga tetap lakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Pihaknya pun mengimbau agar masyarakat bisa menyikapi hal ini dengan bijak dan tanggap. Jika ada temuan di lapangan, bisa segera melaporkan ke pihak terkait.

"Jika memang ada temuan di lapangan, sekiranya hal tersebut harus segera ditindaklanjuti kami mohon segera diberitahukan," ucapnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya