Jateng Aktif Tanggulangi Bencana, BNPB Beri Penghargaan

Oleh stella maris pada 04 Feb 2020, 15:42 WIB
Diperbarui 04 Feb 2020, 16:09 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

 

Liputan6.com, Jakarta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi penghargaan pada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penghargaan itu diberikan karena Jateng dinilai sebagai provinsi yang berpartisipasi aktif dalam penanggulangan bencana pada 2019.

Penghargaan itu diberikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana 2020 di Sentul, Bogor, Selasa (4/2), oleh Kepala BNPB Letjen Doni Monardo kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

Selain Jateng, beberapa daerah lain dan kementerian lembaga juga mendapat penghargaan tersebut. Yakni provinsi Aceh, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, Gorontalo, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara.

"Penghargaan ini kami berikan kepada para instansi, lembaga dan pemerintah daerah yang selalu aktif dalam penanggulangan bencana. Tanpa keterlibatan mereka semuanya, upaya penanggulangan bencana tidak akan berhasil," kata Doni.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menanggapi, penghargaan tersebut akan semakin mendorong semangat para relawan di Jateng untuk terus membantu. Operasi kemanusiaan dalam setiap bencana akan terus digalakkan.

"Mungkin karena kawan-kawan di Jateng banyak yang berpartisipasi membantu. Ini mendorong kami semakin semangat, bekerjasama, menolong dan melakukan operasi kemanusiaan. Selain itu, kami akan terus memperbaiki diri, kualitas dan kompetensi sehingga kita bisa mengurangi resiko bencana yang ada," terangnya.

Ganjar menerangkan, selama beberapa tahun terakhir, Jateng selalu terlibat dalam operasi kemanusiaan di berbagai daerah yang dilanda bencana. Hal itu lanjut dia, akan terus dilakukan di masa yang akan datang.

"Akan kami lakukan terus. Ini bukan bicara Jateng bantu daerah lain, tapi ini adalah misi kemanusiaan yang tidak mengenal batas wilayah. Semua saudara yang sebingkai NKRI, ketika terjadi bencana maka semua harus menolong dengan segala kemampuan yang ada. Kesukarelaan inilah yang akan kami dorong terus," tutupnya.

Acara Rakornas Penanggulangan Bencana tersebut juga dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Dalam arahannya, Jokowi meminta seluruh instansi pemerintahan dan pemerintah daerah serius dalam upaya penanggulangan bencana.

Dalam rangkaian acara rakor, sehari sebelumnya juga dilaksanakan Seminar Nasional Ketangguhan Bencana. Ganjar jadi satu-satunya gubernur yang didapuk menjadi pembicara. Dalam acara tersebut, Wakil Ketua Ikatan Ahli Bencana (IAB).

Hendro Wardono, mengatakan upaya penanggulangan bencana yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mesti ditiru dan diterapkan oleh seluruh pemimpin daerah.

Menurutnya Ganjar banyak melakukan inovasi penanggulangan bencana dari tingkat perencanaan sampai pelaksanaan. Misalnya, komitmen Ganjar yang terus membuat desa tangguh bencana, pembentukan relawan-relawan bencana, pelatihan kebencanaan, mitigasi dan lain sebagainya.

Hal tersebut bisa terealisasi karena menurut Hendro, Ganjar melakukannya dengan kepekaan, dan itu mesti diterapkan oleh pemimpin daerah lain.

 

(*)