Nasib Wisata Kelelawar Gorontalo di Tengah Terpaan Isu Virus Corona

Oleh Arfandi Ibrahim pada 05 Feb 2020, 05:00 WIB
Diperbarui 05 Feb 2020, 05:00 WIB
Wisata Kelelawar
Perbesar
Wisata Kelelawar. (Liputan6.com/ Arfandi Ibrahim)

Liputan6.com, Gorontalo - Kelelawar mendadak menjadi bahan perbincangan banyak orang setelah binatang itu disebut-sebut sebagai pemicu Virus Corona. Padahal, tidak semua kelelawar menjadi biang keladi penyebaran virus. Bahkan, beberapa di antaranya kerap dikonsumsi sebagai obat penyembuh asma. 

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh soal binatang bernama latin Chiroptera itu, di Gorontalo ada wisata kelelawar. Tepatnya di Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo.

Sambil menambah pengetahuan tentang kelelawar, di tempat ini wisatawan juga bisa menikmati keindahan Pantai Pasir Panjang, yang di sekitarnya menjadi tempat hidup kelelawar. 

Di sisi barat pantai, pasir putih membentang sejauh 1,3 kilometer. Sementara di bagian selatan pengunjung bisa menemui deretan batu karang dan rimbunan mangrove tempat kelelawar bermukim.

 

 

Pantai Pasir Panjang
Perbesar
Pesisir Pantai Pasir Panjang menjadi tempat hidup kawanan kelelawar. (Liputan6.com/ Arfandi Ibrahim)

Untuk sampai pantai itu, pengunjung harus menyeberang dari Desa Olibu dengan menggunakan kapal nelayan selama 10 menit. Sementara dari Kota Gorontalo, untuk sampai ke Desa Olibu, membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan.

Dedy Taliki, seorang pengunjung, kepada Liputan6.com mengatakan destinasi wisata ini membuatnya merasa terpukau. Menyaksikan habitat kelelawar secara langsung dari dekat menjadi pengalaman unik yang tidak bisa dilakukan banyak orang.

"Pantainya juga indah, yang lebih asyiknya lagi kita bisa melihat langsung kelelawar yang bergerombol. Lengkap sudah rasanya bisa melihat kelelawar tanpa harus takut dengan Virus Corona," ungkapnya.

Kepala Desa Olibu, Mastin Bouty, mengatakan sebelum menjadi area wisata, kelelawar di lokasi tersebut kerap menjadi bahan buruan warga. Harga kelelawar yang tinggi menjadi pendorong warga berlomba-lomba mendapatkan hewan batman tersebut.

Populasinya kian menipis membuat pemerintah daerah setempat kemudian mengeluarkan larangan memburu kelelawar di kawasan tersebut.

"Dulunya banyak sekali orang yang memburu kelelawar di pantai ini untuk dijual ke Minahasa, Sulawesi Utara, tapi saya sudah larang karena populasinya yang sudah mulai berkurang," tutur Mastin.

Mastin mengatakan, di tengah terpaan isu Virus Corona, wisatawan masih tetap berdatangan ke lokasi wisata kelelawar.

“Selama ini aman kok, tidak ada wisatawan yang terjangkit Virus Corona, kan hanya melihat mereka bukan memakan mereka," katanya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓