Nasib 7 Mahasiswa Konawe Utara di China yang Tak Ikut Pulang Kampung

Oleh Ahmad Akbar Fua pada 03 Feb 2020, 05:00 WIB
Diperbarui 03 Feb 2020, 05:00 WIB
TKA yang datang di Sultra via Bandara Halu Oleo Kendari.(Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)
Perbesar
TKA yang datang di Sultra via Bandara Halu Oleo Kendari.(Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Liputan6.com, Kendari - Usai wabah virus corona menyerang Kota Wuhan, ada evakuasi 250 orang WNI, Minggu (2/2/2020). Dari sebagian besar mahasiswa, 7 orang mahasiswa lainnya asal Konawe Utara, masih bertahan di China.

Awalnya, mahasiswa Konawe Utara ada 10 orang di wilayah Kota Wuhan dan kota lainnya di negara itu. Namun, tiga orang lainnya yang berasal dari Hubei University di Kota Wuhan, berhasil balik ke Konawe Utara lebih dulu.

Saat ini, tersisa tujuh orang mahasiswa asal Konawe Utara di wilayah China. Ketujuhnya saat ini, masih rutin berkomunikasi dengan pemerintah Konawe Utara. Mereka juga sempat beberapa kali melakukan video call dengan pihak keluarga, mereka menyatakan diri aman.

Kabag Humas Pemda Konawe Utara, Amanuddin menyatakan, wabah virus Corona menyebabkan tiga orang mahasiswa asal Konawe Utara yang kuliah di Hubei University Kota Wuhan pulang. Ketiganya sudah ke kampung halaman di Desa Langgikima dan Wiwirano.

"Tiga sudah di kampung, Bupati Konawe Utara dan orang tua sudah berkomunikasi dengan mahasiswa di China," ujar Amanuddin, Minggu (2/2/2020).

Sejak wabah virus Corona, selain tujuh orang mahasiswa Konawe Utara yang masih berada di Cina, ada satu orang mahasiswi lain asal Sultra. Mahasiswa yang diketahui bernama Yayu Indah Maharani (19), ikut dalam rombongan 250 orang WNI di Pulau Natuna.

Yayu kuliah di Fakultas Kedokteran Hubei University of Science di Kota Wuhan. Dia merupakan warga Kota Kendari yang akan tinggal selama beberapa hari di Natuna untuk diperiksa kesehatannya.

Kabar terbaru, Yayu masih dalam kondisi sehat dan bugar usai wabah virus Corona menyerang Wuhan. Meskipun demikian, kedua orang tuanya tetap menunggu kepulangan mereka.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Nama Mahasiswa Konawe Utara

Salah seorang bocah di wilayah Desa Morosi, memakai masker di lokasi yang banyak dilalui TKA asal China,Minggu (2/2/2020).(Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)
Perbesar
Salah seorang bocah di wilayah Desa Morosi, memakai masker di lokasi yang banyak dilalui TKA asal China,Minggu (2/2/2020).(Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Ada sebanyak tujuh orang mahasiswa Konawe Utara yang masih berada di Cina. Ketujuhnya yakni, Nurfaizah Haling, Aswia, Made Feni Wihadayani, Valentinus Teko, Fadhillah Ma'ruf Ibrahim, Mutiah Damayanti, Siska Ayu Lestari.

Mereka yang tersisa di China saat ini berada di Kota Chifeng, Provinsi Mongolia. Jarak mereka dari Wuhan, sekitar 200 kilometer.

Kabid Humas Konawe Utara, Amanuddin menyatakan, mereka tetap memaksa tidak balik ke Indonesia. Sebab, wilayah itu masih dalam kondisi aman.

"Jika kondisi tidak aman, Pemda Konawe Utara akan siap membantu dengan apa yang kami mampu. Tetapi, mereka menyatakan aman," ujarnya.

Ketujuh mahasiswa ini juga beralasan tidak pulang karena kota yang mereka tinggali aman. Kemudian, di sana tidak ada evakuasi dan isolasi seperti di Kota Wuhan.

Di wilayah Chifeng, merupakan salah satu kota pendidikan yang dihuni oleh ratusan mahasiswa asal Indonesia. Sama seperti di Wuhan, mahasiswa juga ditempatkan dalam asrama kampus.


Pemukiman Pekerja China Sepi

TKA yang datang di Sultra via Bandara Halu Oleo Kendari.(Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)
Perbesar
TKA yang datang di Sultra via Bandara Halu Oleo Kendari.(Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Lokasi pekerja China di wilayah Desa Morosi, Kabupaten Konawe terlihat sepi, Minggu (2/2/2020). Pantauan Liputan6.com, hampir tidak ada pekerja yang lalu lalang sekitar pukul 16.00 Wita.

Jumadin, salah seorang pedagang di Desa Morosi menyatakan, sudah sedikit pekerja asal China yang hilir mudik di warungnya. Sejak wabah Corona, pekerja asal China yang muncul tak sebanyak hari biasa.

"Tidak tahu kenapa, tapi sunyi. Biasa sore, sudah banyak yang jalan-jalan kesini," ujarnya.

Kepala Bidang Penindakan Keimigrasian Kelas IIA Kendari, Purnomo menyatakan, sudah menyetop kedatangan TKA asal China. Dia juga menyatakan, saat ini pihaknya tidak akan menerima TKA China sampai ada perintah dari pusat.

"Kami tak terima lagi, saat ini sudah ada sejumlah pekerja China yang pulang, tidak ada lagi yang datang," ujar Purnomo.

Menurutnya, selama Desember 2019 ada sekitar 600 orang lebih TKA asal China yang masuk Kendari. Pada Januari 2020, jumlahnya tidak jauh berbeda.

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya