Sayembara Melepas Kalung Ban di Leher Buaya Sungai Palu Ditutup

Oleh Liputan6.com pada 02 Feb 2020, 21:00 WIB
Diperbarui 02 Feb 2020, 21:00 WIB
Buaya berkalung ban memakan ayam yang diberikan warga di Tepi Sungai Palu pada Desember 2019 lalu. (Foto: Liputan6.com/Heri Susanto)

Liputan6.com, Palu - Sayembara yang dilakukan oleh pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah untuk menyelamatkan buaya yang terlilit ban motor bekas sejak beberapa hari lalu, ternyata belum mendapatkan respon serius dari masyarakat.

Hal itu terbukti hingga Minggu (2/2/2020), belum ada satupun pihak yang menyatakan siap terjun ke Sungai Palu untuk melepaskan lilitan ban motor di hewan reptil tersebut.

Oleh karena itu, BKSDA Sulteng akan menutup gelaran sayembara tersebut.

''Ia sayembaranya kita tutup,'' ungkap Kepala BKSDA Sulteng, Hasmuni Hasmar, saat mengunjungi Sungai Palu, lokasi dimana buaya berkalung ban tersebut kerap muncul, dilansir Antara.

Hasmuni menambahkan pihaknya akan mengambil langkah lain, setelah upaya sayembara tidak berhasil.

Menurutnya, BKSDA telah berkonsultasi dengan Direktur Jenderal Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, dan akan menyiapkan tim khusus, serta peralatannya ke Kota Palu. 

''Saya sudah berkonsultasi dengan Pak Direktur. Pokoknya BKSDA tidak akan menyerah. Tim yang dibentuk peralatan telah disiapkan,'' jelasnya.

Rencananya, tim penyelemat buaya yang akan dikerahkan oleh Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan tiba di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (4/2).

''Hari Senin koordinasinya, hari Selasa tim dari Jakarta akan turun,'' tambahnya.

Namun, Hasmuni masih merahasiakan strategi yang akan dilakukan oleh tim penyelemat buaya tersebut.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓