Histeria Virus Corona, Masker Mendadak Langka di Solo

pada 02 Feb 2020, 20:00 WIB
Diperbarui 02 Feb 2020, 20:00 WIB
Antisipasi Virus Corona di Stasiun Gambir
Perbesar
Calon penumpang kereta api mengenakan masker saat berada di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (31/01). Dalam rangka pencegahan Virus Corona, PT Kereta Api Indonesia (persero) melakukan sosialisasi kepada penumpang dengan membagi-bagikan masker di stasiun Gambir. (merdeka.com/Imam Buhori)

Solo - Meningkatnya kekhawatiran terhadap virus Corona novel berimbas pada lonjakan kebutuhan masker bedah. Akibatnya, harga masker bedah di berbagai apotek di Solo melonjak tajam.

Permintaan masker bedah sejak beberapa hari terakhir di Kota Solo meningkat pesat. Distributor masker bedah asal Karanganyar, Gunawan Puji Waluyo, mengatakan permintaan yang melonjak drastis tersebut membuat harganya terkatrol naik.

“Mau bagaimana lagi, permintaan pasar tinggi sedang suplai dari pabrik biasa saja. Saya menjual masker tidak terlalu banyak karena melayani rumah tangga dan sebagian rumah sakit,” kata dia kepada Solopos.com, Sabtu (2/2/2020).

Gunawan menyebut tiga hari yang lalu dia mendapat permintaan masker antibakterial dan masker antivirus dari Semarang sebanyak 50 karton. Dia pun menyanggupi permintaan itu dengan meminta langsung ke pabrik pembuatnya.

Namun, permintaan masker itu hanya disanggupi pabrik sebanyak 15 karton atau kurang dari separuhnya. Pabrik, kata dia, mengutamakan stok masker untuk rumah sakit.

Gunawan membeberkan harga saat normal berkisar Rp29.000 per boks isi 50 lembar. Pekan ini harga naik sampai Rp33 ribu bahkan ada yang menjual jadi Rp40 ribu. Di Jakarta per boks dijual sampai Rp60 ribu.

“Kalau sudah di konsumen saya rasa lebih dari itu karena harga tersebut biasanya baru tangan kedua atau ketiga. Kemarin saya ke Jogja, per lembarnya sudah Rp3.000 – Rp5.000. Alasannya enggak ada barang,” ucapnya, dikutip dari Solopos.com.

Pria berusia 40-an tahun itu mengaku mendapat permintaan masker bedah dari Tegal sebanyak 10 karton, namun dia tak bisa memenuhi karena pabrik mengutamakan kebutuhan rumah sakit.

“Kalau apotek juga kekurangan barang, saya bisa mengerti. Karena mereka retail jadi kemungkinan stoknya memang dibatasi atau tidak diutamakan,” ucap warga Perumahan Sanggir Permai Colomadu itu.

Solopos.com menghubungi sejumlah apotek lain, di antaranya Apotek Kondang Waras dan Apotek Widuran. Apotek Kondang Waras di Jl. Dr. Radjiman mengaku pada Sabtu malam stok masker tersisa hanya dua karton. Setiap karton berisi 20 boks dengan 50 lembar masker per boksnya.

“Tapi satu kartonnya sudah dipesan,” ucap petugas apotek. Sedangkan stok masker bedah di Apotek Widuran habis sama sekali.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, merebaknya virus Corona novel (2019-nCoV) di China membuat permintaan atas masker di negara tersebut meningkat sehingga harus mengimpor dari negara lain. Indonesia menjadi salah satu eksportir produk kesehatan tersebut ke Negeri Panda.

Dapatkan berita menarik daro Solopos.com lainnya, di sini:

Simak video pilihan berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya