7 Orang WNI Gagal Dievakuasi dari Wuhan, Ini Penjelasan Menkes Terawan

Oleh Liputan6.com pada 02 Feb 2020, 14:58 WIB
Diperbarui 02 Feb 2020, 14:58 WIB
Mendarat di Batam, WNI dari Wuhan Langsung Disemprot Disinfektan
Perbesar
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan ke WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China saat tiba di bandara internasional Hang Nadim, Batam, Minggu (2/2/2020). Sebanyak 245 WNI di Wuhan dievakuasi ke Indonesia terkait merebaknya virus corona di kota tersebut. (Photo by Handout/Indonesian Embassy/AFP)

Liputan6.com, Natuna - Sebanyak 7 orang WNI di Wuhan yang direncanakan kembali ke Tanah Air pada hari ini, gagal berangkat, berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

"Sebanyak 238 yang datang, menurut data. Nanti saya cek ulang, karena yang mestinya hadir di sini 245 orang," kata Menteri Kesehatan, Terawan saat dijumpai di Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020).

Ia menjelaskan, sebanyak 4 orang menyatakan diri tidak mau berangkat karena merasa lebih nyaman di China.

Mereka yang urung berangkat itu telah membuat pernyataan tidak ingin berangkat bersama WNI di Wuhan lainnya ke Tanah Air.

"Dia lebih kerasan, meskipun kita sudah tawarkan semua," kata Menteri Terawan dilansir Antara.

Kemudian, 3 orang dinyatakan tidak lolos pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pemerintah China.

Pemerintah China, kata dia, melakukan 3 rangkai tahapan pemeriksaan kesehatan yang harus dilalui WNI untuk dapat meninggalkan China.

"Dan itu membuat kita merasa nyaman bahwa yang berangkat ke sini sudah dipastikan pemerintah China adalah orang sehat," kata dia.

Namun, sesuai peraturan, maka setelah mendarat di Indonesia, Kementerian Kesehatan harus memastikan kembali.

"Setelah mendarat di sini, saya yang memastikan sehat betul atau tidak, standar sama atau tidak, itu kegiatan cek dan ricek sesuai standar WHO," kata dia.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓