Umat Muslim dan Nasrani Minahasa Utara Kerja Sama Perbaiki Musala yang Rusak

Oleh Yoseph Ikanubun pada 03 Feb 2020, 02:00 WIB
Diperbarui 03 Feb 2020, 02:00 WIB
Warga perumahan Agape, Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulut bersama Polri dan TNI bahu membahu memperbaiki musala yang dirusak orang tak dikenal. (Foto: Liputan6.com/Istimewa-Yoseph Ikanubun)

Liputan6.com, Minahasa Utara - Warga perumahan Agape, Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulut bersama Polri dan TNI bahu membahu memperbaiki musala yang dirusak orang tak dikenal. Mereka terdiri warga yang beragama muslim maupun nasrani.

Personel Polres Minahasa Utara (Minut), Kodim 1310/Bitung bersama warga memperbaiki BPU itu, Jumat (31/01/2020) pagi. Perbaikan ini merupakan tindak lanjut instruksi Kapolda Sulut, Irjen Pol Remegius Sigit Tri Hardjanto kepada jajarannya agar segera memperbaiki Balai Pertemuan Umum (BPU) yang dijadikan musala dan sempat dirusak orang tak dikenal.

Perbaikan bangunan ini turut dipantau oleh para Pejabat Utama Polda Sulut didampingi Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau dan Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat, serta pihak pemerintah desa setempat.

Menurut Kapolres, perbaikan itu direncanakan sejak Kamis (30/01/2020), dan juga rekonsiliasi ini dilakukan untuk menunjukkan kepada masyarakat luar bahwa kompleks Perum Agape Griya ini sekarang aman.

"Masyarakat baik yang muslim maupun nasrani bekerjasama dengan TNI-Polri untuk melakukan perbaikan balai pertemuan yang dirusak Rabu malam," katanya.

Kapolres mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan hoaks terkait kejadian perusakan musala di Perum Agape ini. Warga, baik muslim maupun nasrani telah bekerja sama memperbaiki musala yang dirusak orang tak bertanggung jawab ini.

"Silakan update tentang berita-berita terbaru, sehingga masyarakat dapat mengetahui bahwa saat ini kompleks Perumahan Agape sudah tidak ada lagi ketegangan,” tutur Rahakbau.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast SIK mengimbau masyarakat tidak mudah percaya apalagi terprovokasi dengan postingan-postingan di media sosial yang dapat memecah belah persatuan, kesatuan dan toleransi yang selama ini terbina dengan baik di Sulut.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial sehingga kita dapat terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Abast.

Simak video pilihan berikut ini: