Orang Misterius Picu Perusakan Musala di Minahasa Utara

Oleh Yoseph Ikanubun pada 30 Jan 2020, 18:11 WIB
Diperbarui 30 Jan 2020, 22:28 WIB
Musala di Minahasa

Liputan6.com, Minahasa - Suasana di Perumahan Agape, Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis (30/01/2020) siang, sudah kondusif.

Sebelumnya, pada Rabu, 29 Januari 2020 malam, kawasan ini sempat memanas akibat peristiwa perusakan sebuah bangunan Balai Pertemuan Umum (BPU) yang dijadikan tempat ibadah oleh jemaah Muslim di perumahan itu.

Situasi semakin memanas ketika beredar video perusakan BPU yang disebut sebagai rumah ibadah. Hal ini yang kemudian memicu ketegangan jemaah setempat dengan kelompok orang tak dikenal.

Pantauan Liputan6.com di lokasi kejadian, bangunan dengan panjang sekitar 10 meter dan lebar 4 meter itu sudah dipasang garis polisi. Bekas-bekas perusakan oleh sekelompok orang tak dikenal masih terlihat.

Kepala Seksi Pendidikan dan Bimas Islam Kemenag Kabupaten Minahasa Utara Selfia Asram mengatakan, jemaah setempat sempat mengurus rekomendasi untuk menjadikan BPU sebagai musala.

"Ini masih dalam proses. Sedangkan terkait pengurusan IMB untuk masjid menjadi kewenangan pemerintah daerah," ujar Selfia saat ditemui di lokasi kejadian.

Aparat keamanan melalui Dandim 1310 Bitung dan Kapolres Minahasa Utara bergerak mengamankan lokasi sejak malam hari. Dalam jumpa pers yang digelar siang tadi di Mapolresta Minahasa Utara, disampaikan bukan tempat ibadah yang dibongkar tapi BPU.

"Bukan tempat ibadah tapi BPU yang dirusak orang-orang tak bertanggungjawab pada Rabu malam," ungkap Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat.

 

2 dari 2 halaman

Awal Mula Kejadian

Musala di Minahasa
Konpers soal Perusakkan Musala di Minahasa. (Liputan6.com/Yoseph Ikanubun)

Dia mengatakan, masalahnya bermula dari kesalahan informasi bahwa ada seorang yang dicurigai dengan berpakaian jemaah tabligh. Kemudian muncul kesalahpahaman dengan warga setempat sehingga terjadi perusakan.

"Itu awalnya dari perusakan BPU sehingga aparat keamanan, baik TNI dan Polri langsung bergerak ke lokasi. Semua aman. Alhamduillah kesepakatan mereka percaya kepada aparat dan pemerintah menyelesaikan permasalahan ini," kata Kusnandar.

Kapolres Minut, AKBP Grace Krisna D Rahakbau sangat menyesal atas kejadian tersebut. "Saya tahu orang Minut itu sangat ramah. Dan mohon percaya kepada kami sebagai aparat untuk pengamanan," bebernya.

Dia menambahkan, kepada masyarakat tolong tidak sembarangan mengunggah informasi di media sosial (medsos).

"Jangan kita memperkeruh suasana. Bijak lah dalam memposting di medsos, jangan membuat ketegangan,” ucap Rahakbau.

Pada Kamis sore, situasi sempat memanas ketika jemaah berkumpul di Mesjid Sudirman, beberapa kilometer dari Perum Agape, bergerak menuju BPU tersebut untuk melakukan salat asar. Aparat gabungan TNI dan Polri bergerak cepat mengamankan situasi. "Sekali lagi kami minta warga untuk tidak memperkeruh situasi," ujar Kapolres.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓