Toleransi dari Perempuan Cantik Penabuh Tambur Barongsai Perayaan Imlek di Palu

Oleh Heri Susanto pada 25 Jan 2020, 19:00 WIB
Diperbarui 25 Jan 2020, 19:00 WIB
Penampilan Sarah saat mengiringi kelompok barongsainya beratraksi di halaman Vihara Karuna Dipa Palu, Sabtu ( 25/1/2020 ). (Foto: Liputan6.com/Heri Susanto)

Liputan6.com, Palu - Perayaan tahun baru Imlek 2571/ 2020 di Kota Palu, juga dimeriahkan dengan atraksi barongsai di Vihara Karuna Dipa. Menariknya aktor penting dibalik meriah pertunjukkan rutin tahun itu, adalah sosok perempuan muda nan cantik, yang justru bukan dari keturunan tionghoa.

Jelang tampil di halaman Vihara Karuna Dipa Palu, Sabtu pagi, 25 Januari 2020, rombongan penampil atraksi barongsai tengah sibuk mempersiapkan peralatan dan kostum. Di antara para penampil yang mayoritas laki-laki itu, seorang perempuan muda bergaun ungu tampak ke sana kemari membantu penampil barong mengenakan kostumnya.

Sesekali ia menyapa ramah ratusan penonton yang menyemut pada perayaan Imlek.

 

Warga menebak-nebak bahwa perempuan berparas cantik itu akan berperan sebagai seorang putri. Sebagian lagi yakin, perempuan bermata biru itu akan menari-nari di antara barongsai yang melompat kesana-kemari.

Namun bayangan orang-orang salah. Perempuan cantik itu ternyata adalah sang penabuh tambur atau gendang, sosok yang berperan penting mengatur gerak barongsai dengan tabuh-tabuhannya dalam perayaan Imlek tahun ini. Dia bernama Qhisyarah Putri Arief, baru 16 tahun usianya.

Sarah panggilan akrab perempuan muda itu, ternyata bukan penabuh tambur kacangan, lebih satu jam lamanya dia mengiringi atraksi barongsai yang mengelilingi halaman vihara.

Dia paham benar dengan pilihan irama, rima, ritme, dan volume untuk membuat barong-barong naga itu kegirangan dan menghibur penonton. Dari tangannya lah riuh dan semarak Imlek pagi itu berawal.

 

2 dari 2 halaman

Prestasi

Ratusan orang memadati Halaman Vihara Karuna Dipa Palu menyaksikan atraksi barongsai saat perayaan imlek, Sabtu ( 25/1/2020 ). (Foto: Liputan6.com/Heri Susanto)
Ratusan orang memadati Halaman Vihara Karuna Dipa Palu menyaksikan atraksi barongsai saat perayaan imlek, Sabtu ( 25/1/2020 ). (Foto: Liputan6.com/Heri Susanto)

Ditemui Liputan6.com usai pertunjukan, remaja kelas dua SMA ini mengaku selalu senang dan bangga bisa menabuh tambur mengiringi atraksi barongsai. Sebab penabuh tambur adalah orang yang bertanggung jawab terhadap gerakan-gerakan barongsai.

"Kalau tabuhan tambur salah, gerakan barongsai pasti juga akan kacau. Tantangannya di situ. Jadi selalu senang rasanya kalau sukses mengiringi," kata sarah antusias, Sabtu ( 25/1/2020 ).

Sarah menambahkan sejak berusia 5 tahun sudah mengikuti latihan barongsai dan tambur di Sanggar Seni Tiga Naga yang dikelola ayahnya. Dalam kurun 11 tahun itu pula, warga Kelurahan Tondo, Palu Utara ini bersama kelompok barongsainya telah mendapat banyak pengakuan di ajang-ajang kompetisi barongsai yang diikuti.

"Pernah juara di kompetisi se-indonesia di Manado, Jakarta, dan Semarang. Yang terbaru di Jogyakarta tahun 2019 kami juara 1," Cerita Sarah.

Bagi sarah, tidak pernah ada perasaan risi menggeluti seni barongsai, seni tradisional Tiongkok, meski ia tidak berasal dari keturunan Tionghoa. Remaja putri ini menilai seni yang satu ini sudah menjadi bagian dari keragaman Indonesia termasuk di Kota Palu.

"Setiap tahun kami main di Vihara ini. Semua Seni sama, tujuannya juga untuk menghibur semua orang. Saya senang bisa menghibur semua orang," ujar Sarah dengan tersenyum.

Atraksi barongsai di Vihara Karuna Dipa Palu menjadi pertunjukan rutin tahunan yang digelar setalah ibadah pagi. Pertunjukkan ini menjadi yang ditunggu-tunggu warga sekitar Vihara untuk mengisi hari libur.

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓