Kisah Pemuda Asal Cirebon Ciptakan Karakter Baru Barongsai Topeng Barong

Oleh Panji Prayitno pada 23 Jan 2020, 07:00 WIB
Diperbarui 23 Jan 2020, 07:00 WIB
Kisah Tri Perajin Barongsai Asal Cirebon Belajar Dari Pengalaman

Liputan6.com, Cirebon - Akulturasi budaya membuat seni atraksi Barongsai sudah melekat dalam diri masyarakat Indonesia termasuk warga Cirebon pada setiap perayaan Imlek.

Tidak sedikit pemain Barongsai di Cirebon maupun daerah lain merupakan warga di luar etnis Tionghoa, seperti Tri Siswoyo, perajin sekaligus pemain seni Barongsai Cirebon.

"Saya dari tahun 2016 belajar Barongsai sama organisasi atau perguruan bela diri Kelabang di Kota Cirebon. Di desa saya sendiri ikut namanya Dragon Young," ujar pria asal Desa Serang Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon itu, Selasa (21/1/2020).

Banyak pengalaman dan pelajaran yang didapat selama Tri terjun di dunia seni barongsai. Dari belajar seni, Tri saat ini sudah bisa membuat kerajinan barongsai sendiri.

Tidak hanya itu, Tri bersama perguruan Kelabang Cirebon mampu menciptakan karakter baru barongsai. Namanya Topeng Barong, kolaborasi Topeng Cirebon dan Barongsai itu sendiri.

"Belajar barongsai sambil mempelajari struktur dan kerangka topengnya itu sekitar dua tahun. Nah, tahun 2011 saya coba buat barongsai sendiri tapi dijual ke internal perguruan kelabang," ujar dia.

Tri mulai aktif memproduksi kerajinan barongsai sejak tahun 2012. Menerima pesanan hingga perbaikan barongsai yang rusak.

Perjalanan karir Tri sebagai perajin Barongsai di Cirebon tidaklah mudah. Tri kerap mendapati komplain dari pemesan pada awal dia berkarir.

"Kesulitannya ya kalau pemesan pesan barongsai tapi desainnya sendiri. Memang beda harga tapi Alhamdulillah kesulitan terlewati," ujar dia.

2 dari 2 halaman

Ikut Pentas

Kisah Tri Perajin Barongsai Asal Cirebon Belajar Dari Pengalaman
Tri Siswoyo perajin barongsai asal Cirebon tengah sibuk melayani banyak pesanan menjelang tahun baru Imlek. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Menurut dia, sebagian besar pelanggan puas dengan hasil kerajinannya yang sesuai selera.

"Terutama membuat modelnya sebagian besar orang minta barongsai dilukis daripada air brush karena katanya lebih detail kemudian pakem barongsai sendiri dan lebih enak dilihat," sebut Tri.

Selama mempelajari barongsai, Tri kerap ikut tampil dalam berbagai momen. Mulai dari Imlek, Cap Go Meh sampai pentas di acara hajatan dan ulang tahun.

Namun demikian, kata dia, dalam barongsai sendiri, Tri cenderung bermain Naga Liong. Dia mengaku bersyukur, perjalanan Tri mempelajari barongsai membuahkan hasil.

"Kadang kalau dibutuhkan pentas sama kelabang ya saya ikut. Pesanan terjauh saya kirim ke Manado dan Kalimantan," ujar dia.

Tri mengaku, tiap tahun jumlah pesanan barongsai mengalami peningkatan. Tri mempromosikan hasil kerajinan tangannya itu melalui media sosial Facebook.

Produksi barongsai Tri memiliki kelebihan tersendiri, yakni model barongsai berbeda dari yang lain. "Selain model semua barongsai buatan saya kerjakan sendiri mulai dari gambar sampai pengecatan," kata dia.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓