Kesbangpol Bandung Buka Suara soal Keabsahan Kelompok Sunda Empire

Oleh Huyogo Simbolon pada 19 Jan 2020, 05:00 WIB
Diperbarui 19 Jan 2020, 05:00 WIB
Viral beredar soal Sunda Empire-Earth Empire yang ada di Bandung, Jawa Barat.
Perbesar
Viral beredar soal Sunda Empire-Earth Empire yang ada di Bandung, Jawa Barat. (Istimewa)

Liputan6.com, Bandung - Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Masyarakat Kesbangpol Kota Bandung Inci Dermaga memastikan kelompok Sunda Empire-Earth Empire tidak terdaftar sebagai mitra pemerintahannya.

"Kami telah melakukan penelusuran secara administratif serta mengecek jaringan yang dimiliki khususnya di Forkompinda dan Kominda, bahwa perlu digaris bawahi secara administrasi organisasi tersebut tidak tercatat di Kesbangpol Kota Bandung," kata Inci, Sabtu (18/1/2020).

Inci menjelaskan, perkumpulan Sunda Empire tersebut bahkan belum pernah mengajukan izin pendirian organisasi di Bandung.

"Kemudian dari sisi prosedural juga mereka tidak ada mendaftarkan ke kami," ujarnya.

Namun Inci mengatakan, pihaknya telah menelusuri jejak Sunda Empire, kelompok yang mengklaim sebagai yang mengatur pemerintahan dunia tersebut.

"Kami melakukan komunikasi dengan jajaran Kominda, jadi bahwa betul kegiatan mereka ini dilakukan beberapa tahun ke belakang mulai dari 2017, 2018 dan muncul viral saat ini di Facebook," ucapnya.

Namun Inci juga mendapatkan informasi bahwa kelompok Sunda Empire berasal dari daerah lain yaitu di Subang, Jawa Barat.

"Dari informasi yang kami dapatkan kemungkinan di daerah Subang. Kita juga sedang telusuri, koordinasi dengan Kesbangpol Kabupaten Subang," katanya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pernah Berkegiatan di UPI Bandung

Vila Isola
Perbesar
Taman di Vila Isola yang berada di area kampus Universitas Pendidikan Bandung (UPI) Bandung. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Selain itu, berdasarkan hasil penelusuran pihaknya diketahui bahwa kelompok Sunda Empire menggelar kegiatan di salah satu ruang pertemuan di kawasan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Namun belakangan kegiatan mereka tidak boleh lagi digelar karena menggunakan atribut yang tak sesuai dengan yang diterapkan di kampus.

"Secara prinsip tentunya yang kami dapatkan bahwa kegiatan mereka juga telah diawasi dan ditindak oleh instansi yang berwenang, antara lain misalnya penelusuran atau penyelidikan seragam yang digunakan telah ditindak oleh instansi yang berwenang," ujarnya.

Simak video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya