Ada Juga Kerajaan Jipang di Blora, Penasaran?

Oleh Ahmad Adirin pada 17 Jan 2020, 03:00 WIB
Diperbarui 17 Jan 2020, 03:00 WIB
Gusti Pangeran Raja Adipati Arya Jipang II, Barik Barliyan (Foto: Liputan6.com/Barik Barliyan/Ahmad Adirin)

Liputan6.com, Blora - Munculnya kerajaan Keraton Agung Sejagad memancing banyak mata untuk menyoroti keberadaan kerajaan lain yang coba dihidupkan kembali. Salah satunya adalah Kerajaan Jipang Panolan di Blora yang dibangkitkan lagi pada tahun 2014. Bahkan di tahun 2016 sempat menyelenggarakan kirab dengan dukungan pemerintah setempat. 

Masyarakat Blora, Jawa Tengah, tidak asing lagi dengan nama desa yang satu ini, Jipang. Desa ini pada pertengahan abad 15 merupakan pusat Kerajaan Jipang Panolan. Keberadaan kerajaan ini dibuktikan dengan banyaknya peninggalan yang masih ditemukan di daerah setempat, termasuk di area persawahan.

Kerajaan Jipang atau lazim dikenal dengan nama Kadipaten Jipang, adalah nama sejarah yang disebut-sebut dalam beberapa kronik Jawa, khususnya yang terkait dengan Kerajaan Demak dan proses berdirinya Kerajaan tersebut.

Gusti Pangeran Raja Adipati Arya Jipang II, Barik Barliyan mengatakan Jipang merupakan sebuah Kerajaan vazal (bawahan) Kerajaan Demak. Pendiri Kerajaan Demak Raden Fatah merupakan menantu dari Bhre Lasem Pangeran Wironegoro yang dalam sejarah babad tanah Jawi sering pula disebut sebagai penguasa Jipang.

Nama Jipang banyak muncul dalam catatan sejarah karena penguasanya, Arya Penangsang, lebih dikenal dengan nama Arya Jipang, yang merupakan Sultan Demak ke-5, telah dibunuh oleh pasukan perusuh kiriman Adipati Pajang, Joko Tingkir (Hadiwijaya) untuk merebut tahta Demak dan lantas mendirikan Kerajaan Pajang.

"Ini terjadi pada tahun ke-8 setelah mangkatnya Mukmin Sunan Prawoto Sultan Demak ke-4 yang sempat bertahta lebih kurang satu tahun," kata Barik kepada Liputan6.com, Kamis (16/1/2020).

Barik bercerita, tahun 1546-1547, pada masa Arya Penangsang menjadi Sultan Demak ke-5, Ibu Kota Kerajaan atau Kesultanan Demak yang semula oleh Mukmin dari Bintoro dipindahkan ke Prawoto (Pati), yang masa itu dikenal dengan sebutan Demak Prawoto oleh Arya Penangsang dipindahkan lagi ke Jipang. Sehingga, pada masa itu di kenal dengan sebutan Demak Jipang.

2 dari 2 halaman

Kronik Politik Kerajaan Jipang

Lokasi Situs Makam Gedong Ageng Jipang yang berada di Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora (Foto: Liputan6.com/Barik Barliyan/Ahmad Adirin)
Lokasi Situs Makam Gedong Ageng Jipang yang berada di Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora (Foto: Liputan6.com/Barik Barliyan/Ahmad Adirin)

"Wilayah Kerajaan Jipang meliputi Kabupaten Blora, Pati Lasem Rembang, dan Kabupaten Bojonegoro," dia menjelaskan.

Nama Jipang, yang biasa disebut masyarakat dengan 'Jipang Panolan' adalah dua daerah yang berbeda. Desa Jipang menjadi bagian Kecamatan Cepu, sedangkan Desa Panolan masuk wilayah Kecamatan Kedungtuban. Keduanya bagian dari Kabupaten Blora.

Semasa Arya Penangsang berkuasa, nama Jipang tanpa Panolan. Nama Jipang Panolan, adalah nama semasa Jipang dikuasai Kerajaan Pajang sebagai kadipaten penuh, di mana pusat pemerintahan yang semula di Kotaraja Jipang dipindahkan ke Desa Panolan.

"Sejak itulah Jipang menjadi Kadipaten dengan nama Kadipaten Jipang Panolan," Barik mengungkapkan.

Di Desa Jipang, terdapat sebuah situs makam Gedong Ageng Jipang. Di area ini lah bekas Keraton Kerajaan Jipang.

Biasanya, lokasi ini banyak dikunjungi oleh para peziarah yang ingin mengetahui lebih dekat kisah Arya Penangsang dan Kadipaten Jepang. Situs makam tersebut belakangan dibangun kembali oleh Pemerintah Kabupaten Blora sebagai cagar budaya.

Diketahui, makam Gedong Ageng adalah petilasan tempat Arya Penangsang dahulu sering berziarah dan menyepi mengenang leluhur. Sementara itu, pendopo baru sekarang diperkirakan tempat di mana pendopo kadipaten Jipang pada masa lalu berdiri.

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓