Ancaman Gizi Buruk di Jawa Barat Masih Tinggi

Oleh Jayadi Supriadin pada 18 Jan 2020, 10:00 WIB
Diperbarui 18 Jan 2020, 10:00 WIB
Nampak beberapa anak kekurangan gizi yang terjadi di daerah Pandeglang

Liputan6.com, Tasikmalaya - Ancaman penyebaran kasus gizi buruk alias stunting di beberapa daerah di Jawa Barat masih tinggi. Hal itu ditemukan langsung istri Gubernur Jawa Barat, Atalia Praratya, saat kunjungan kerja di Kelurahan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, kemarin.

Si 'Cinta' biasa Gubernur Jawa Barat menyebut istrinya itu, menemukan 46 kasus stunting di satu kelurahan wilayah Kota Tasikmalaya. "Itu di satu kelurahan loh. Ini angka tinggi," ujarnya.

Menurut Atalia, munculnya angka itu berdasarkan validasi data di lapangan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dan Provinsi Jawa Barat.

Bahkan, Atalia menegaskan, angka stunting di satu kelurahan ini sesuai dengan data yang diberikan langsung pihak kelurahan, sehingga membutuhkan penanganan secara optimal.

"Ini di Kota Tasik kasus baru. Ini apakah mereka kasus baru atau lahir baru," ujar dia.

Untuk menekan berkembangnya kasus tersebut, lembaganya mendesak seluruh pihak terkait segera melakukan upaya penangan secara serius.

"Kami juga berharap agar pemerintah daerah harus lebih memperhatikan masalah tersebut," ujar dia.

Saat ini, kata dia, angka stunting di Jawa Barat menurun tipis menjadi 29,2 persen dari sebelumnya 30 persen, tetapi ia yakin angka itu belum termasuk temuan di kota Tasikmalaya tersebut.

"Pokoknya bagaimana caranya supaya kasus baru ini tak terjadi lagi di daerah-daerah lain di Jawa Barat," pinta dia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Berli Hamdani Gelung Sakti mengatakan, secara umum angka stunting di Jawa Barat mengalami penurunan.

Namun angka itu, tidak berbanding lurus dengan masih tinggi kasus stunting di beberapa daerah di wilayah Jawa Barat.

Ia mencontohkan kasus stunting di daerah Bogor, Cianjur, Majalengka, Garut, Sukabumi, dan Tasikmalaya dengan persentase lebih dari 40 persen.

"Memang ke depannya perlu pemberian gizi agar berimbang termasuk ibu hamil," ujarnya.