Perahu Dihantam Gelombang Tinggi, 6 Nelayan Gorontalo Hilang

Oleh Arfandi Ibrahim pada 13 Jan 2020, 05:01 WIB
Diperbarui 14 Jan 2020, 11:14 WIB
Operasi pencarian enam nelayan yang hilang di perairan Teluk Tomini, Gorontalo. (Foto: Liputan6.com/Basarnas/Arfandi Ibrahim)

Liputan6.com, Gorontalo - Cuaca buruk yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Gorontalo memicu tenggelamnya kapal nelayan yang hendak mencari ikan, Minggu, 12 Januari 2020. Enam nelayan dinyatakan hilang.

Kecelakaan itu terjadi di perairan Teluk Tomini, tepatnya di wilayah Kecamatan Wanggarasi, Kabupaten Pohuwato. Mereka adalah, Wani Madu, Aswin Madu, Roy Abdul, Ka Tamu, Jabi dan Aten yang keseluruhannya merupakan warga Kecamatan Wanggarasi, Kabupaten Pohuwato.

Mereka raib bersama kapal yang mereka tumpangi saat mencari ikan. Kapal tenggelam bersama para nelayaan nahas ini.

Informasi yang diperoleh, kejadian ini bermula ketika keenam nelayan asal Wanggarasi, sedang mencari ikan di perairan Teluk Tomini wilayah Kecamatan Wanggarasi pukul 14.00 WITA.

Beberapa saat kemudian, tepatnya pukul 15.00 WITA, ombak besar tiba-tiba datang menggulung dan menghantam kapal yang mereka tumpangi. Saat itu lah kapal mereka tidak bisa dikendalikan lagi.

Hantaman itu mengakibatkan badan kapal rusak parah. Para nelayan bergegas menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun, hanya berselang beberapa menit, kapal yang ditumpangi para nelayan tenggelam.

BPBD Pohuwato usai menerima kabar adanya kapal yang tenggelam langsung berkoordinasi dengan Pos Basarnas di Marisa. Proses pencarian dilakuan tim Basarnas bersama BPBD Pohuwato.

Kepala Basarnas Provinsi Gorontalo, Djefry Mewo menjelaskan saat ini tim Basarnas Gorontalo mencari keberadaan nelayan yang hilang akibat perahu tenggelam di perairan Teluk Tomini ini.

"Nelayan belum ada yang ditemukan. Tim Basarnas Gorontalo menghadapi hambatan saat pencarian. Yaitu ombak besar dan angin kencang," ucap Djefri.

Simak video pilihan berikut ini: