Menghadirkan Rindu Warga Medan dengan Pasar Malam Modern

Oleh Reza Efendi pada 10 Jan 2020, 03:00 WIB
Diperbarui 10 Jan 2020, 09:16 WIB
Pasar Malam Modern

Liputan6.com, Medan Masyarakat Kota Medan yang lahir di era 1970 hingga 1990-an tentunya sangat familiar dengan Taman Ria. Tempat rekreasi wisata keluarga ini dahulunya terletak di kawasan Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Petisah, Kota Medan.

Taman Ria Medan cukup popular hingga akhir tahun 1990-an. Sebelum ditutup, banyak artis Ibu Kota Jakarta tempo dulu yang manggung di Taman Ria Medan, sebut saja Mercy dan penyanyi dangdut Ona Sutra.

Kepopuleran Taman Ria Medan tidak terlepas dari banyaknya fasilitas yang tergolong lengkap untuk semua umur. Mulai dari wahana bermain, tempat makan, sarana ibadah, hingga panggung utama yang sering mengadakan berbagai kegiatan menarik.

Dahulu, Taman Ria resmi dibuka Wali Kota Medan ke-10, Sjoerkani, pada tahun 1971. Taman Ria berdiri di atas lahan seluas 4,5 hektare, yang kabarnya kawasan itu adalah kompleks pemakaman masyarakat Tionghoa.

Setelah berdiri selama 32 tahun, Taman Ria kemudian dipindahkan ke Tapian Daya yang kini dikenal sebagai Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU). Sedangkan lahan bekas Taman Ria di Jalan Gatot Subroto, sampai kini masih kosong dan difungsikan sebagai tempat kegiatan Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

Sugirahayu salah satu warga mengaku, saat Taman Ria masih ada, dirinya bersama suami selalu membawa anak-anak mereka di akhir pekan. Jika waktu liburan tiba, Taman Ria akan ramai dikunjungi oleh pengunjung, tidak hanya dari Medan, bahkan luar Medan.

"Kalau tidak salah, pihak pengelola Taman Ria sempat memberikan apresiasi kepada anak-anak guru. Kalau anak-anak guru dapat peringkat 1 sampai 3 saat bagi raport, bisa masuk dan menikmati wahana gratis," kenang Ayu, Kamis (9/1/2020).

Ayu juga mengatakan, Taman Ria tidak pernah sepi pengunjung di masanya saat masih ada. Sebab, pihak pengelola sering menggelar berbagai acara perlombaan. Tidak hanya di momentum libur sekolah, tetapi di akhir pekan, bahkan hari-hari libur nasional.

"Jadi, dulu kalau udah tanggal merah, kami itu mainnya ya ke sana (Taman Ria). Anak-anak senang kali, kalau sekarang udah enggak ada, kebanyakan mal," katanya. 

Doni Sahputra, warga lain menyebut, sempat merasakan wahana permainan di Taman Ria saat masih berusia 7 sampai 10 tahun. Ia sering dibawa orang tuanya ke Taman Ria saat hari libur.

"Dulu, saya suka main bom bom car. Nah, di usia 10 tahun saya juga sudah bisa main bowling, di sana ada wahananya, tapi saya lupa harganya, sudah lama kali," katanya. 

Doni mengaku rindu dengan tempat rekreasi seperti Taman Ria. Sebab menurutnya, saat ini di Kota Medan sudah banyak berdiri mal yang sangat kurang menarik untuk dikunjungi bersama keluarga.

 

2 dari 2 halaman

Menjual Kerinduan

pasar malam reza
Suasana pasar malam saat ini yang jauh lebih sepi. (foto: Liputan6.com / reza perdana)

Setelah dipindah ke PRSU, yang juga terletak di Jalan Gatot Subroto, atau sekitar 4 Kilometer dari lokasi pertama Taman Ria, hingga kini kegiatan tidak terlalu ramai. Bahkan, PRSU hanya menggelar kegiatan di momen-momen tertentu yang telah teragendakan.

Menjawab kerinduan dan mengajak masyarakat bernostalgia dengan Taman Ria, pihak pengelola Plaza Medan Fair yang berada tepat di samping lahan eks Taman Ria sebelum dipindahkan, melakukan terobosan dengan menghadirkan Pasar Malam Modern.

Marketing Communicaiion Manager Plaza Medan Fair, Lenny Yun Manalu mengatakan, pihaknya sudah dua kali menggelar Pasar Malam Modern. Pertama di tahun 2018 dan kedua di tahun 2019. Tujuan digelarnya Pasar Malam Modern untuk mengobati kerinduan dan nostalgia warga Kota Medan dan Sumatera Utara (Sumut) akan Taman Ria.

"Dahulu memang Taman Ria berlokasi di Plaza Medan Fair, dan pernah menjadi salah satu tujuan tempat rekreasi masyarakat Sumut yang populer di tahun 1990-an," kata Lenny kepada Liputan6.com.

Disebutkan Lenny, di tahun 2019 kemarin, Pasar Malam Modern diadakan selama 51 hari, mulai 5 Juli 25 Agustus 2019. Para pengunjung disuguhkan wahana permainan menarik ala Taman Ria tempo dulu seperti Kora-Kora, Bianglala Besar, Heli Mini, lstana Balon, Ombak, Water Ball, Bianglala Kecil, Carousel, dan Kereta Api.

"Kemarin harga tiket yang dijual ke masyarakat sangat terjangkau, saat weekdays Rp 15.000 per permainan. Saat weekend harga tiket dikenakan Rp 20.000," katanya.

Pelaksanaan Pasar Malam Modern kerja sama antara pihaknya dengan Perdana Ria Jakarta, yang sudah sering melakukan kegiatan ini sebelumnya di banyak kota di Indonesia.

"Saat kita gelar di sini, banyak masyarakat yang datang dan bermain. Kemarin kami juga sediakan sekitar 20 stand yang menyajikan aneka jajanan makanan dan minuman khas Medan," kata Lenny. 

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓