Dari Buang Sial hingga Enteng Jodoh, Mitos Air Kolam Citaman Pandeglang

Oleh Liputan Enam pada 08 Jan 2020, 08:00 WIB
Diperbarui 08 Jan 2020, 19:13 WIB
Mata Air Citaman, Warisan Indah dari Masa Prasejarah

Liputan6.com, Banten - Pandeglang memiliki kekayaan alam yang tidak sedikit. Banyak pula orang mengetahui keunikan wilayah ini. Salah satunya, Situs Batu Goong. Di kawasan situs terdapat kumpulan kolam yang dikenal sebagai Situs Citaman.

Berdasarkan laman website Kemdikbud tentang cagar budaya Citaman, situs ini terdiri dari mata air dan kolam dengan berbagai ukuran dan bentuk. Keberadaan kolam-kolam tersebut diduga sebagai tempat awal menyucikan diri sebelum ritual keagamaan berlangsung di atas bukit tempat Batu Goong berada.

Masyarakat sekitar percaya ada beberapa kolam yang memiliki mitosnya tersendiri, berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber.

2 dari 6 halaman

1. Kolam Cikajayaan

Berdasarkan penuturan juru pelihara Citaman, air kolam Cikajayaan (air kejayaan) dipercaya bisa membawa keberhasilan bagi orang yang mandi di kolam tersebut.

Walaupun berukuran kecil, kolam ini memiliki air yang jernih dengan debit ketinggian air 53 cm. Suasana di kolam ini sangat teduh mengingat di sekililingnya ditumbuhi tanaman kembang sepatu.

3 dari 6 halaman

2. Kolam Cipanggitikan

Air kolam ini dipercaya untuk membuang sial bagi siapa pun yang mandi di kolam ini, sekarang keadaan kolam sudah tertutup cor beton.

Debit air kolam setinggi 80 cm yang diperoleh berdasarkan hasil pengukuran dengan cara memasukan alat ukur ke dalam kolam sampai permukaan atas air. Berdasarkan wawancara dengan masyarakat sekitar, lahan kolam ini dimiliki oleh PDAM Kabupaten Pandeglang dan airnya digunakan sebagai bahan pasokan bagi PDAM Pandeglang.

4 dari 6 halaman

3. Kolam Cipangantenan

Air kolam Cipangantenan (dalam bahasa Indonesia berarti air pernikahan), dinamakan demikian karena dipercaya kalau ingin mendapatkan jodoh harus mandi dengan air di kolam ini.

Cipangantenan posisinya berada di pinggir jalan menuju situs Batu Goong yang berjarak sekitar 8 meter di sebelah barat dari kolam Cika pesan.

Ukuran kolam ini tergolong sangat kecil dan hanya dibatasi oleh batu andesit di sekelilingnya. Walaupun begitu kolam ini memiliki mata air sendiri sehingga airnya sangat jernih. Sumber mata air dari Cikapangentenan ini mengalir langsung ke kolam yang lebih besar, yakni Kolam Citaman.

5 dari 6 halaman

4. Kolam Cikapaliasan

Air kolam Cikapaliasan, dinamakan demikian karena menurut beberapa orang, siapa pun yang mandi dari air kolam ini dia akan terhindar dari marabahaya. Cikapaliasan berasal dari suku kata palias, yang dalam kamus bahasa Sunda berarti semoga terhindar dari hal-hal yang tidak baik.

Kolam ini posisinya di sebalah barat daya dari kolam Cikapangantenan dengan jarak sekitar 6 meter. Kolam memiliki denah seperti trapesium.

Menurut penuturan juru pelihara Situs Citaman kolam ini dulunya berukuran kecil. Oleh masyarakat, kolam Cikapaliasan diperlebar sampai ukuran yang sekarang. Ketinggian debit air di kolam ini 22 cm dan airnya dialirkan langsung ke kolam Citaman yang posisinya berimpitan.

 

Akhmad Mundzirul Awwal/PNJ.

6 dari 6 halaman

Simak Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓