Menikmati Kopi Panas di Sejuknya Pagi Pinggir Sawah Cirebon

Oleh Panji Prayitno pada 06 Jan 2020, 06:00 WIB
Diperbarui 06 Jan 2020, 16:14 WIB
Pagi Menikmati Kopi Manis Ditepi Sawah Cirebon

Liputan6.com, Cirebon - Hembusan angin bercampur suara kodok, jangkrik dan binatang sawah lainnya menghangatkan suasana pagi di warung Kopi Manis di Jalan Soekarno Hatta, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Warung Kopi Manis Cirebon merupakan salah satu tempat nongkrong yang membawa suasana berbeda. Pelanggan disuguhkan nuansa jadul Cirebon dan membawa suasana ngopi menjadi hangat dengan seduhan tradisional.

"Kalau bersaing dengan kedai kopi modern yang pakai alat canggih dan tempat AC tidak mungkin. Jadi saya terapkan konsep jadul dan mengingat kembali ke masa lalu," kata Owner Warung Kopi Manis Anton Octaviano, Sabtu (5/1/2020).

Proses pembuatan Warung Kopi Manis Cirebon ini dikerjakan selama lebih dari empat bulan. Anton mengaku, properti warung kopi yang dipakai semuanya adalah barang jadul.

Seperti kayu jati lama yang menjadi dasar warung kopi dengan nuansa jadul. Hingga hidangan makanan prasmanan sayur asem, sayur lodeh serta pisang goreng.

"Konsep saya itu menikmati kopi dengan cara yang benar di tempat yang tepat," kata dia.

Sementara itu, harga yang dijual Warung Kopi Manis Cirebon sangat terjangkau. Untuk kopi sendiri rata-rata Rp 5000 per gelas, sementara untuk makanan prasmanan mulai dari Rp 3000.

Anton menyebutkan, untuk ibu hamil, pengelola warung Kopi Manis Cirebonmemberikan gratis makan nasi dan sayur asem atau lodeh. Namun, untuk lauk pauk tetap membayar.

2 dari 2 halaman

Kayu Bakar

Pagi Menikmati Kopi Manis Ditepi Sawah Cirebon
Suasana pelanggan menikmati menu makanan yang ada di Warung Kopi Manis Cirebon. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

"Ada juga ketan susu sampai pisang goreng semua kami suguhkan dengan harga terjangkau," kata dia.

Tak hanya menikmati suasana jadul, dalam pengelolaannya, baik kopi hingga makanan semua dimasak dengan menggunakan kayu bakar. Mulai dari kopi sampai ke masakan prasmanan yang tersedia di warung.

Menurut dia, seduhan kopi yang ada di Warung Kopi Manis ini menggunakan cara tradisional. Penyeduh kopi memasang air di dalam teko dengan kayu bakar.

Setelah mendidih, kopi dimasukkan ke dalam teko dan setelah masak kopi tersebut langsung diseduh. Sambil menunggu seduhan kopi, pelanggan dipersilahkan menikmati jajanan pasar yang ada di dekat tempat mini bar tradisional.

"Seperti live coocking saja mas sambil nunggu seduhan kopi bisa menikmati tembakau atau rokok jadul klobot," sebut Anton.

Anton berharap, kehadiran Warung Kopi Manis ini menjadi warna baru ditengah maraknya kedai modern di Cirebon.

Saksikan video pilihan berikut ini: 

Lanjutkan Membaca ↓