3 Sekolah Hancur Akibat Banjir dan Longsor Lebak, Bagaimana Nasib Siswa?

Oleh Yandhi Deslatama pada 05 Jan 2020, 12:00 WIB
Diperbarui 05 Jan 2020, 19:15 WIB
Korban Banjir Solok Selatan Mulai Terserang Penyakit

Liputan6.com, Lebak - Sebanyak tiga sekolah hancur dan tidak bisa digunakan untuk proses belajar mengajar, usai dihantam banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak, Banten, Rabu 1 Januari 2020.

Tiga sekolah tersebut yakni SMP Negeri 4 Lebak Gedong, SD N 1 dan SD N 2 Banjar Irigasi. Semuanya berlokasi di Kecamatan Lebak Gedong, Lebak.

Namun begitu, Menko PMK Muhadjir Effendi menegaskan para siswa harus tetap belajar pada Senin, 07 Januari 2020 besok, hari pertama masuk sekolah. Caranya yakni dengan sekolah darurat.

Sekolah darurat nantinya akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan bisa digunakan hingga tiga tahun mendatang.

Untuk itu, ia meminta agar disediakan lahan untuk mendirikan sekolah darurat atau sekolah sementara. Adapun desain sudah disiapkan oleh Kementerian PUPR.

“Yang sudah sangat standar untuk kebencanaan. Walaupun namanya darurat kebencanaan, tapi bisa digunakan untuk dua atau tiga tahun, itu solusi untuk sekolah yang hilang tadi, ada satu SD ada satu SMP," katanya, usai menjenguk korban banjir di Kecamatan Lebak Gedong, Lebak, Banten, Sabtu (04/01/2020).

Bekas Mendikbud ini juga bilang pembukaan sejumlah akses, terutama pelajar akan terus dikebut. Dengan demikian, mereka tetap mendapatkan ilmu dan bisa bercengkrama dengan teman-temannya untuk menghindari trauma akibat banjir dan longsor Lebak.

Simak video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Pesan Presiden Jokowi

Anak-anak Dusun Pesawahan, Gununglurah, Cilongok, Banyumas, melintas berkilometer di tengnah hutan untuk bersekolah di desa tetangga. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Anak-anak Dusun Pesawahan, Gununglurah, Cilongok, Banyumas, melintas berkilometer di tengnah hutan untuk bersekolah di desa tetangga. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

"Pesan Pak Presiden, apapun kondisinya, jangan sampai anak-anak tidak belajar. Karena kakau anak-anak tidak belajar cukup lama, untuk mengembalikkan ke suasana belajar itu cukup susah. Sudah terbiasa main-main, tidak terkendali, untuk mengembalikkan ke proses belajar mengajar itu agak susah," dia menjelaskan.

Muhadjir mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah membantu korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak. Dia juga berharap makin banyak institusi atau pun pribadi yang bergotong royong untuk membangkitkan semangat korban bencana alam tersebut.

"Semakin banyak yang terlibat, saya kira akan semakin bagus, semangat gotong royong. Kemudian kita akan memikirkan yang lebih, misalnya pemukiman, akses, sehingga akses keluar teratasi," dia menerangkan.

Lanjutkan Membaca ↓