Banjir Telah Surut, Bagaimana Akses Lebak-Bogor?

Oleh Yandhi Deslatama pada 04 Jan 2020, 16:00 WIB
Diperbarui 04 Jan 2020, 16:00 WIB
Banjir Bandang Lebak Banten
Perbesar
Evakuasi hanya mengandalkan perahu karet yang diikat ke sebuah tali, lalu ditarik oleh warga di tengah derasnya aliran Sungai Ciberang, di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten. (Liputan6.com/ Yandhi Deslatama)

Liputan6.com, Lebak - Banjir di Lebak, Banten berangsur surut. Akan tetapi, sejumlah wilayah masih terisolasi meski tidak total.

di Kecamatan Lebak Gedong, tepatnya di Jalan Raya Cipanas-Citorek tidak bisa dilewati mobil. Kemudian jembatan yang menghubungkan antara Desa Banjaririgasi dan desa Lebaksangka putus.

Di Kecamatan Cipanas, terputusnya akses jalan Kampung Cinyiru Desa Haurgajrug akibat tanah longsor. Akses jalan dari Kecamatan Cipanas menuju Kecamatan Muncang, untuk sementara tidak bisa dilalui mobil, tepatnya di jembatan Nunggul.

Warga di sejumlah wilayah terdampak banjir Lebak ini mesti jalan kaki. Pasalnya, kendaraan belum bisa melintas.

"Tidak bisa dilalui akibat dari material longsor menutupi ruas jalan di beberapa titik," kata Kasatlantas Polres Lebak, Fikry Ardiansyah, ditemui disela-sela mengatur arus lalu lintas, Kamis (02/01/2020).

Ada lagi di Kecamatan Sajira, ada tiga jembatan putus. Kemudian di Kecamatan Curug Bitung, jembatan penguhubung antara Desa Cilangkap menuju Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor terputus. Terakhir, di Kecamatan Cimarga, ada empat jembatan yang tidak bisa dilewati.

"Satu jembatan gantung yang menghubungkan antara Kampung Tanjunggirang, Desa Cilangkap dengan wilayah Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor mengalami rusak berat," ucap dia, menjelaskan dampak banjir dan longsor di Lebak.

Simak video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Upaya PUPR untuk Buka Akses

Tetapi, ada pula jalan yang sudah bisa diakses usai banjir Lebak. Misalnya, ruas jalan dari Cipanas menuju Warung Banten, Kabupaten Lebak, Banten. Jalur ini telah berhasil dibuka oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Banten dan kepolisian.

PUPR mengerahkan alat berat untuk membuka akses jalan sejak Rabu 01 Januari 2020.

"Karena musibah ini, jalan sepanjang 120 meter sekarang sudah bisa di lalui oleh kendaraan roda empat. Roda dua untuk umum, tapi roda empat hanya logistik yang kita persilahkan dikawal (dilewati)," kata Pelaksana Teknis Ruas Jalan Cipanas-Warung Banten, Kuncoro, ditemui dilokasi, Kamis.

Setidaknya dua unit alat berat diterjunkan oleh Dinas PUPR untuk terus membuka beberapa jalan yang masih belum bisa dilewati, agar korban banjir bandang dan longsor tidak lagi terisolasi dan bantuan dapat segera masuk.

Kuncoro menargetkan dalam dua hari kedepan, sebanyak 12 titik longsor dan jalan amblas dapat dibuka untuk mempermudah akses evakuasi, pengobatan dan pengiriman bantuan kepada para korban.

"Tadi sudah cek sama Kapolres (Lebak) ke Cinyuru dan Muara, disana masih banyak titik longsor. Mudah-mudahan dua hari kedepan sampai muara, kendaraan roda empat bisa sampai," dia menjelaskan.

Lanjutkan Membaca ↓