Dikira Biawak, Serangan Anak Buaya Muara Nyaris Bikin Petani Purbalingga Celaka

Oleh Rudal Afgani Dirgantara pada 31 Des 2019, 22:00 WIB
Diperbarui 31 Des 2019, 22:00 WIB
Warga menunjukkan anak buaya Muara yang sudah tak berdaya di Desa Selabaya, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga, Senin (30/12). (Foto: Liputan6.com/Rudal Afgani Dirgantara)

Liputan6.com, Jakarta Buaya Muara (Crocodylus porosus) lazimnya ditemukan di dataran rendah. Rawa, sungai besar dan muara sungai adalah habitat alamiahnya.

Namun, ternyata buaya Muara juga ditemukan di Purbalingga yang merupakan daerah pegunungan dan jauh dari muara sungai. Bahkan, buaya Muara yang ditemukan itu nyaris membuat seorang petani nyaris celaka.

Korbannya adalah Lujeng Purwono (37), warga Desa Selabaya, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Ia tengah menikmati kopi saat jeda istirahat siang di pematang sawah, Senin (30/12/2019).

Lujeng yang siang itu tengah mengolah sawah melihat gerakan mencurigakan di antara semak ilalang tepi Sungai Tunggal. Setelah mendekat, ia melihat ekor hewan yang menyerupai biawak.

Separuh badannya tak tampak karena tertutup semak. Spontan ia pegang ekor hewan itu dan ditariknya menggunakan tangan kanan.

Namun ternyata ekor yang ditariknya bukan lah ekor biawak, melainkan ekor anak buaya Muara. Anak buaya sepanjang satu meter itu reflek melawan dan menggigit pergelangan tangan kiri Lujeng.

Lujeng yang kaget langsung mengayunkan anak buaya Muara itu dan membantingnya ke tanah beberapa kali. Buaya kecil itupun terkapar tak berdaya. Sementara, darah bercucuran dari lengan akibat gigitan buaya.

Simak video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

26 Jahitan Akibat Gigitan Anak Buaya Muara

Petugas BPBD Purbalingga menunjukkan anak buaya yang ditangkap warga di tepi Sungai Tunggal Desa Selabaya, Kalimanah, Purbalingga, Senin (30/12/2019). (Foto: Liputan6.com/Rudal Afgani Dirgantara)
Petugas BPBD Purbalingga menunjukkan anak buaya yang ditangkap warga di tepi Sungai Tunggal Desa Selabaya, Kalimanah, Purbalingga, Senin (30/12/2019). (Foto: Liputan6.com/Rudal Afgani Dirgantara)

"Saya tidak pernah mengira itu adalah buaya, karena mana mungkin ada buaya di sawah. Saya kira itu biawak," ujar dia.

Lujeng pulang sebelum akhirnya pergi ke Puskesmas Kalimanah untuk dirawat. Namun tidak ada dokter yang berjaga siang itu. Ia kemudian ke rumah sakit Nirmala. Lukanya mesti ditutup dengan 26 jahitan.

Kini buaya itu berada di rumah Lujeng. Anak buaya itu tidak menunjukkan tanda-tanda selamat setelah berkali-kali diempas dan dibanting ke pematang sawah.

Buaya ini menjadi tontonan warga yang ingin tahu rupa satwa yang tak biasa berkeliaran di permukiman penduduk.

Temuan buaya ini kemudian dilaporkan ke perangkat desa dan kemudian diteruskan ke Polsek Kalimanah dan BPBD Purbalingga. Jarwanto (42), Kadus I Desa Selabaya enggan bespekulasi perihal muasal buaya. Sebab, setahu dia, tidak ada warganya yang memelihara buaya.

"Saya akan berkoordinasi dengan pimpinan wilayah agar kejadian serupa tak terulang," kata Jarwanto.

Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga, Muhammad Fauzi Umar menduga buaya Muara itu sengaja dilepas ke sungai oleh pemiliknya. Dengan ukuran panjang satu meter buaya itu diperkirakan butuh satu ekor ayam sehari.

"Mungkin pemiliknya mulai kerepotan, terus dilepas di sungai," ucap Umar.

Lanjutkan Membaca ↓