Bikin Haru, Dandim Bangli Aktifkan Lagi SMP yang Tutup karena Kurang Guru

Oleh Dewi Divianta pada 30 Des 2019, 11:00 WIB
Diperbarui 30 Des 2019, 11:00 WIB
letkol HTL mengajar di SMP 1 Atap
Perbesar
Letkol HTL berfoto bersama siswa SMP 1 Atap dan relawan Komunitas Anak Alam (Liputan6.com/Dewi Divianta)

Liputan6.com, Denpasar Aksi heroik ditunjukkan Komandan Kodim 1626/Bangli, Letkol Inf Himawan Teddy Laksono. Betapa tidak, ia berkomitmen mengaktifkan kembali Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Atap di Desa Subaya, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

Sekolah yang hanya memiliki 16 murid itu sebelumnya terpaksa tutup lantaran minimnya tenaga pengajar. Maklum saja, sekolah tersebut terletak di kawasan yang amat terpencil, di Kabupaten Bangli.

Syahdan, Sabtu siang, 21 Desember 2019 Dandim Bangli yang karib disapa Letkol HTL itu mendapat informasi dari Babinsa Desa Subaya jika SMP 1 Atap di desa binannya terpaksa ditutup lantaran tak ada guru.

Sebagai penggantinya, Komunitas Anak Alam binaan Pande Putu Setiawan bertindak sebagai tenaga pengajar. Komunitas Anak Alam selama ini memang memfokuskan pada pendidikan informal bagi anak-ansk putus sekolah di Kabupaten Bangli dan sekitarnya.

Namun, minimnya tenaga pengajar di Komunitas Anak Alam membuat intensitas pelajaran tak bisa berjalan reguler. Tak mau masa depan anak-anak itu terampas, Letkol HTL memutuskan melihat langsung kondisi SMP 1 Atap. Ia berkomitmen mengerahkan anggotanya sebagai tenaga pengajar di sekolah tersebut. Yang terpenting baginya anak-anak tersebut tetap mendapatkan porsi mata pelajaran sebagaimana mestinya.

Pagi hari, Minggu 22 Desember 2019, Letkol HTL ditemani beberapa anggota TNI dan Komunitas Anak Alam berangkat menuju SMP 1 Atap. Butuh waktu sekitar 1,5 jam dari Kodim 1626/Bangli untuk sampai di SMP 1 Atap.

 

Posisi sekolah berada di atas ujung perbukitan Mendehe di Banjar Subaya, Desa Subaya, Kecamatan Kintamani. Medan yang harus dilalui cukup berat. Rombongan Letkol HTL harus melewati jalan yang cukup kecil dengan lebar hanya untuk satu mobil saja. Jika berpapasan dengan mobil lain, sudah barang tentu yang satu harus mengalah mencari tempat yang lebih besar sedikit.

Jalan tersebut tanpa pembatas. Jika tak hati-hati, bisa saja kendaraan tergelincir dan terjatuh ke jurang terjal. Meski begitu, kondisi ini tak menyurutkan niat Letkol HTL untuk mendatangi sekolah tersebut. Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, rombongan akhirnya tiba di lokasi.

Letkol HTL kaget dengan kodisi bangunan sekolah lantaran seperti gudang yang tak terpakai. Hanya ada dua bangunan. Dari dua bangunan itu hanya satu yang digunakan sebagai sarana belajar mengajar. Satu bangunan lainnya dibiarkan terbengkalai. Halaman sekolah belum diplester, masih tanah dan bebatuan. 

Melongok ke dalam, fasilitas yang tersedia sungguh tak layak. Kursi dan meja yang digunakan sekitar 16 orang siswa SMP 1 Atap sudah terbilang tak layak. Kondisinya sudah reot. Kalau pun ada yang masih bagus, itu pun hasil perbaikan dengan tambalan di sana-sini.

Keceriaan meruap di SMP 1 Atap. Pada siswa sangat gembira karena bisa kembali mengenyam pendidikan. Mereka antusias mengikuti perkenalan oleh jajaran Kodim 1626/Bangli. Sebagai perkenalan untuk mengakrabkan diri, Dandim Bangli membawa ransum TNI yang dibagikan kepada seluruh siswa. Kemudian, ia menjelaskan bagaimana cara memakan ransum tersebut. 

"Cara memakannya kita campur dengan susu lalu seduh dengan air panas. Rasanya macam-macam. Ada rasa cokelat, strowberry dan lain-lain," kata Letkol HTL memperkenalkan isi ransum TNI.

Selain memperkenalkan isi ransum TNI, Letkol HTL juga menjelaskan tugas pokok dan fungsi TNI. Salah satunya adalah membantu masyarakat. Letkol HTL kemudian bertanya kepada para siswa apakah berkenan anggota Kodim 1626/Bangli menjadi tenaga pengajar bagi mereka.

 

2 dari 2 halaman

Komitmen Jadi Guru Hingga Lulus

letkol HTL mengajar di SMP 1 Atap
Perbesar
Letkol HTL mengajar di SMP 1 Atap (Liputan6.com/Dewi Divianta)

Sontak saja siswa SMP 1 Atap kegirangan dan berteriak mau secara kompak. Ditemui di sela-sela kegiatannya, Letkol HTL berkomitmen mengaktifkan kembali SMP 1 Atap yang sudah lama tutup ini. "Kami berkomitmen untuk mengaktifkan kembali sekolah SMP 1 Atap ini dengan tenaga pengajar dari seluruh anggota Kodim 1626/Bangli. Jadi nanti kami atur bergiliran anggota kami yang akan menjadi tenaga pengajar bagi siswa SMP 1 Atap ini disesuaikan dengan mata pelajaran mereka," katanya.

Ia mengaku begitu terenyuh dengan kondisi SMP q Atap ini. Pada saat sama, ia gembira lantaran semangat belajar anak-anak ini begitu tinggi meski dengan kondisi terbatas.

"Saya bangga mereka memiliki semangat belajar yang tinggi. Semangat mereka ini tak boleh padam. Kami, jajaran Kodim 1626/Bangli berkomitmen menjadi penjaga lentera bagi semangat mereka," ujarnya.

Menurutnya, sudah sepatutnya anggota TNI terjun langsung membantu masyarakat seperti apa yang diakukannya di SMP 1 Atap. Apa yang dilakukannya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam konteks kemanunggalan TNI dan rakyat.

Ia berjanji SMP 1 Atap akan terus aktif hingga para siswa itu menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Pada saat sama, ia juga akan mengkoordinasikan hal ini drngan instansi terkait, dalam hal ini Pemkab Bangli.

"Saya sebagai Komandan Kodim 1626/Bangli berkomitmen agar para siswa di SMP 1 Atap ini tetap menempuh pendidikan formal hingga mereka lulus dan memasuki jenjang pendidikan tingkat atas," tuturnya. Tak hanya sekadar mengajar dan membawa ransum, Dandim Bangli juga membawa hadiah bagi belasan siswa SMP 1 Atap.

Pani, seorang siswa SMP 1 Atap mengaku senang ia dapat kembali ke sekolah. Ia berharap kelanjutan sekolahnya tetap berlangsung dengan hadirnya jajaran anggota Kodim 1626/Bangli. "Senang bisa sekolah lagi. Semoga bapak-bapak TNI mau mengajar kami terus sampai kami lulus. Terima kasih Pak Dandim Bangli," kata Pani polos.

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓