Pilu Campur Haru Menikah di Depan Jenazah Korban Bus Masuk Jurang Pagar Alam

Oleh Nefri Inge pada 26 Des 2019, 18:00 WIB
Diperbarui 26 Des 2019, 18:00 WIB
Calon Pengantin Menikah di Depan Jenasah Korban Bus Masuk Jurang Pagar Alam
Perbesar
Prosesi akad nikah anak Warsono, korban Bus Sriwijaya yang masuk jurang di Pagar Alam Sumsel (Dok. Nasir Banyuasin / Nefri Inge)

Liputan6.com, Palembang - Di tengah pilu dan kesedihan para keluarga korban Bus Sriwijaya yang masuk jurang di Sungai Lematang Pagar Alam Sumatera Selatan (Sumsel), ternyata ada kisah haru lainnya.

Warsono, salah satu korban Bus Sriwijaya yang meninggal dunia, tidak bisa melihat langsung pernikahan putri kesayangannya, Dwi Fitri Rahmani dan Rahmat Kasmantri.

Namun, jenazah Ketua PAC PDI Kabupaten Banyuasin ini, turut dihadirkan dalam acara sakral ini sebelum dimakamkan di dekat rumah duka, di Desa Prajen,Kecamatan Banyuasin 1 Kabupaten Banyuasin Sumsel.

Dalam akad nikah ini, ternyata Wakil Bupati Kabupaten (Wabup) Banyuasin Slamet hadir menyaksikan akad nikah tersebut. Akad nikah yang khidmad dan haru digelar di rumah duka berlangsung lancar. Tangis haru pun mewarnai proses akad nikah ini.

Listiyo Rini Sukardi warga sekitar mengatakan, Wabup Banyuasin Slamet menjadi saksi pernikahan anak korban yang ditemukan meninggal dunia usai Bus Sriwijaya jatuh ke jurang Sungai Lematang Pagar Alam Sumsel, pada Senin (22/12/2019) malam.

"Jenazah almarhum berada di samping calon pengantin," ujarnya, Rabu (25/12/2019).

Usai akad nikah, Wabup Banyuasin, tamu undangan serta masyarakat sekitar, langsung memakamkan jenasah korban. Orangtua pengantin pria, Kasim mengucap syukur telah menikahkan anak lelakinya.

"Alhamdulilah akad nikah ini berjalan dengan lancar. Pernikahan akan digelar pada hari Minggu (29/12/2019) nanti," katanya.

Acara akad nikah pun terpaksa dipercepat, karena diakuinya suasana sedang berduka. Ini juga menjadi permintaan keluarga korban.

Dari informasi yang diperoleh, dua minggu sebelum kecelakaan, Warsono sempat datang menemui Wabup Banyuasin Slamet yang sering disapa Pakde Slamet.

Kedatangan Warsono ke rumah Pakde Slamet di Desa Sidomulyo Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin untuk mengantarkan undangan pernikahan putrinya.

Keluarga korban tidak hanya kehilangan sosok Warsono. Namun mereka juga harus merelakan Muhammad Akbar Prabowo (13), cucu Warsono yang turut menjadi korban kecelakaan tunggal Bus Sriwijaya di Kota Pagar Alam tersebut.

2 dari 2 halaman

Warganet Berduka

Calon Pengantin Menikah di Depan Jenasah Korban Bus Masuk Jurang Pagar Alam
Perbesar
Jenasah Warsono, korban bus masuk jurang di Pagar Alam Sumsel, akhirnya dimakamkan usai akad nikah anaknya di rumah duka di Banyuasin (Dok. Nasir Banyuasin / Nefri Inge)

Ketua DPC PDI Kabupaten Banyuasin Askolani, turut berduka cita atas musibah Kecelakan Bus Sriwijaya, di Jurang Liku Desa Prahu Dipo Pagar Alam.

Terlebih ada lima orang warga Desa Prajen Kecamatan Banyuasin 1, Kabupaten Banyuasin Sumsel yang meninggal dunia.

”Semoga Almarhum mendapatkan tempat yang mulia disisi Allah SWT dan semoga keluarga yang di tinggalkan diberikan ketabahan, Aamiin,” ucapnya yang juga merupakan Bupati Kabupaten Banyuasin ini.

Prosesi akad nikah yang diposting di akun Instagram @palembangwikwikwik, turut mengundang haru para warganet. Ternyata banyak warganet yang menuliskan komentar, kenal dengan sosok puteri korban maupun korban sendiri.

Seperti dituliskan akun @ryo_sunaryo, yang mengenal Dwi Fitri Rahmani.

"Pengantin perempuan itu teman kerjaku di pabrik. Sedih nian rasanya," tulisnya.

Sama halnya ditulis oleh akun @dewi_carolin. Warganet ini mengenal sosok korban, yang dulu pernah bekerja di tempat yang sama.

"Yang meninggal itu mas Warsono Abdullah, kawan kerja aku. Memang pipit itu anaknya nikah tanggal 29 Desember ini. Tapi Allah berkehendak lain," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓