Nenek di Sragen Diserang Tawon Vespa Saat Cari Kayu Bakar

pada 26 Des 2019, 11:00 WIB
Diperbarui 26 Des 2019, 11:00 WIB
Sarang tawon baluh berukuran jumbo mengantung di Perempatan Jalan Prof DR Suharso Purwokerto, dan kerap menyerang pengguna jalan. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo/ TRC BPBD/BMS)
Perbesar
Sarang tawon baluh berukuran jumbo mengantung di Perempatan Jalan Prof DR Suharso Purwokerto, dan kerap menyerang pengguna jalan. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo/ TRC BPBD/BMS)

Sragen - Paniyem (65) warga Dukuh Gebung, RT 25, Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, harus dirawat intensif di rumah sakit akibat diserang tawon Vespa affinis.

Informasi yang diperoleh Solopos.com, Paniyem diserang tawon yang juga disebut ndas tersebut saat mencari kayu kering di rumpun bambu tak jauh dari rumahnya pada Selasa (24/12/2019).

Saat itu, Paniyem tidak menyadari ada sarang tawon Vespa di sela-sela rumpun bambu itu. Saat hendak memangkas bambu kering, tanpa sengaja dia menyenggol sarang tawon tersebut.

Ratusan tawon langsung menghampiri Paniyem. Sengatan demi sengatan mendarat di kepala lengan dan anggota badan Paniyem. Paniyem pun berlari untuk menyelamatkan diri.

Beruntung teriakan Paniyem terdengar warga lain. Warga kemudian menolong Paniyem dan membawanya ke bidan desa setempat. Oleh bidan, Paniyem disuntik untuk meredakan rasa nyeri akibat sengatan lebah.

"Sengatan tawon itu mengenai lengan kanan, lengan kiri, dan bagian kepala yang cukup banyak," jelas cucu Paniyem, Alfian Rendi, kepada Solopos.com, Rabu (25/12/2019).

Pada Selasa malam, tim Search and Rescue (SAR) Pengamanan Ormas Lingkungan Desa (Poldes) Cabang Sidoharjo datang untuk mengevakuasi sarang tawon Vespa yang menyerang Paniyem.

Dibantu sukarelawan Indonesia Offroad Federation (IOF) Rescue dan warga sekitar, tim memusnahkan sarang tawon itu dengan cara dibakar. Selain di Dukuh Gebung, tim juga mengevakuasi sarang tawon di Dukuh/Desa Patihan.

Sementara itu, hingga Rabu, Paniyem masih muntah-muntah. Karena khawatir, keluarganya membawa Paniyem ke RS Sarila Husada Sragen. Di rumah sakit ini, Paniyem hanya menjalani rawat jalan.

Dia diperbolehkan pulang setelah mendapatkan pertolongan dokter. Pada pertengahan Desember lalu, gerombolan tawon vespa juga menyerang Jiman, 58, seorang kakek asal Dukuh/Desa Celep, RT 22, Kecamatan Kedawung, Sragen. Jiman harus menjalani rawat inap di Puskesmas Kedawung II setelah diserang gerombolan tawon ini.

 

Baca berita menarik lainnya di Solopos.com.

 

Simak video pilihan berikut ini: