Hujan Badai dan Puting Beliung Porak-porandakan Solo, Pohon Tumbang Timpa Mobil

pada 25 Des 2019, 17:00 WIB
Diperbarui 27 Des 2019, 15:13 WIB
20160308-Ilustrasi Hujan-iStockphoto

Solo - Hujan deras dan angin kencang menerjang Kota Solo, Rabu (25/12/2019). Akibatnya, sejumlah lampion yang dipasang di koridor Jalan Jenderal Sudirman Solo jatuh.

Selain itu, berdasarkan pantauan wartawan Solopos, pohon beringin raksasa di depan pasar cendera mata Alun-Alun utara Kota Solo tumbang. Pohon beringin itu tumbang akibat angin puting beliung yang menerjang sebelum kawasan itu diguyur hujan deras.

Sementara itu, lampion merah yang digantung menghiasi koridor Jl Jenderal Sudirman Solo morat-marit diterjang hujan badai. Beberapa lampion yang rusak tergeletak di pinggir jalan.

Hujan badai yang menerjang Kota Solo, Rabu siang juga menyebabkan dua pohon di Jl Slamet Riyadi tumbang. Pohon tumbang itu menimpa mobil Nissan Grand Livina bernomor polisi N 1379 BV milik Dian Maranti asal Kediri, Jawa Timur.

Akibatnya, mobil yang ditumpangi Dian bersama tujuh orang lainnya penyok. Pohon tumbang yang melintang itu juga menyebabkan kemacetan di Jl Slamet Riyadi Solo, tepatnya di sekitar halte Nonongan. Kepadatan lalu lintas terjadi mulai dari simpang empat Novotel hingga ke depan halte Nonongan.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, hujan deras mengguyur Kota Solo sekitar pukul 12.20 WIB. Sementara angin dari arah selatan berembus kencang sekitar pukul 12.40 WIB.

Hujan badai tersebut menyebabkan dahan pohon trembesi dan beringin di Jl Paku Buwono tumbang. Kejadian itu menyebabkan akses jalan menuju Alun-Alun Solo tidak dapat dilewati.

Selain itu, hujan badai juga mengakibatkan beringin tua di Alun-Alun Utara Solo ambruk. Dahan pohon tua itu menimpa dua sepeda motor dan mobil.

Beruntung kendaraan tidak rusak parah akibat tertimpa pohon. Mobil berwarna putih yang tertimpa dahan beringin tua itu langsung melanjutkan perjalanan seusai dievakuasi tim gabungan.

Salah satu juru parkir di Alun-alun Utara, Dwi, 26, mengatakan, pohon tumbang akibat tertiup angin kencang yang akhirnya menimpa mobil dan dua sepeda motor. Salah satu sepeda motor yang tertimpa pohon itu rusak di bagian bodi depan.

"Satu sepeda motor Satria dua tak berhasil dievakuasi. Bodi depan pecah. Sepeda motor spin menunggu bantuan petugas," ujarnya.

 

Baca berita menarik lainnya di Solopos.com

 

2 dari 2 halaman

Dampak Pohon Tumbang

ilustrasi hujan deras.
ilustrasi hujan deras. (Pixabay)

Dua pohon tumbang di sekitar Polsek Pasar Kliwon akibat diterjang hujan badai, Rabu (25/12/2019) siang. Akibatnya, tiga mobil dan tiga warung rusak tertimpa pohon.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, mobil Daihatsu Grand Max tertimpa pohon yang tumbuh di area Alun-alun Utara. Bodi mobil tertutup rantingpohon. Pohon yang tumbang ke badan jalan menyebabkan kemacetan di sekitarnya.

Salah satu juru parkir, Margono, menjelaskan, dua pohon itu tumbang di waktu hampir bersamaan. Namun, pohon tumbang itu tidak melukai warga atau pengguna jalan di sekitarnya.

"Pohon tumbang menimpa Avanza, Livina, dan Grand Max. Avanza dan Livina berhasil melanjutkan perjalanan. Grand Max belum bisa dievakuasi menunggu petugas," ujarnya.

Dia menjelaskan, mobil Toyota Avanza dan Nissan Grand Livina berhasil melanjutkan perjalanan setelah ranting-ranting dipotong warga. Satu pohon lain menimpa tiga warung dan gerobak tanpa melukai pemiliknya.

Sementara itu, petugas gabungan, antara lain, BPBD Solo, Damkar, relawan, mengevakuasi sejumlah pohon ambruk. Kendaraan bisa melewati Jl. Alun-alun Utara sekitar pukul 14.30 WIB.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, hujan deras mengguyur Kota Solo sekitar pukul 12.20 WIB. Sementara angin dari arah selatan berhembus kencang sekitar pukul 12.40 WIB.

Hujan badai yang menerjang Kota Solo juga menumbangkan pohon di sekitar Jl. Slamet Riyadi. Bahkan, mobil milik wisatawan asal Kediri, Jawa Timur, Dian Maranti, penyok tertimpa pohon tumbang di depan halte Nonongan.

Selain itu, pohon tumbang di depan halte Nonongan juga sempat menghambat perjalanan KA Batara Kresna. Kereta api jurusan Solo-Wonogiri itu sempat tertahan selama 30 menit akibat bagian atapnya tersangkut dahan pohon tumbang.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓