Cerita Ansor-Banser Garut Kompak Jaga Seluruh Gereja

Oleh Jayadi Supriadin pada 25 Des 2019, 14:00 WIB
Diperbarui 27 Des 2019, 13:13 WIB
Beberapa anggota Banser Garut, tengah berjaga di Gereja Santa Perawan Maria (Samarga) Jalan Bank, sebelum misa berlangsung. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Liputan6.com, Garut Sebagai bentuk kerukunan umat beragama, Gerakan Pemuda Anshor (Ansor) dan Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) Cabang Garut, Jawa Barat, nampak rempug mengamankan jalannya misa dan natal, seluruh geraja yang ada di kabupaten Garut.

“Ini sudah menjadi tradisi kami sebagai perjuangan yang pernah diwariskan para ulama,” ujar Usep R, salah satu anggota Banser yang berjaga di Gereja Santa Perawan Maria (Samarga) Jalan Bank, Selasa (24/12/2019).

Mengenakan stelan lengkap pakaia PDL lapangan baret hijau ala militer, mereka nampak sigap namun tetap ramah menyapa seluruh jamaah yang akan memasuki area rumah suci umat nasrani tersebut. 

"Kami bersama pak polisi dan petugas lain hanya bertugas di luar gereja,"ujar Usep.

Menurutnya, tradisi menjaga dan mengamankan seluruh geraja di Indonesia tak terkecuali di kota Intan, sudah menjadi kebiasanaan Ansor dan Banser sejak lama, dalam menjaga kerukunan umat beragama.

“Kami hanya mengamankan tempat ibadah mereka, bukan mengikuti ibadah mereka,” ujar dia menegaskan.

Untuk kabupaten Garut, seluruh anggota Anshor-Banser yang diterjunkan, difokuskan di beberapa kecamatan yang menjadi penyangga kota Garut.

“Ada sekitar 10 Kecamatan yang kami jaga,” kata dia.

Kasatkorwil Banser Jawa Barat Yudi Nurcahyadi mengatakan, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, selain mengamankan gereja, para anggota Ansor-Banser yang diterjunkan, akan dilibatkan pula dalam pengamanan di sektor lain.

Simak video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Tugas Pokok

Nampak beberapa anggota Banser Garut tengah mengamankan sekaligus mengatur parkir kendaraan jemaah Gereja Santa Perawan Maria (Samarga) Jalan Bank, yang akan menjalankan misa.
Nampak beberapa anggota Banser Garut tengah mengamankan sekaligus mengatur parkir kendaraan jemaah Gereja Santa Perawan Maria (Samarga) Jalan Bank, yang akan menjalankan misa. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

"Jika pak polisi membutuhkan kami siap," ujarnya.

Namun sesuai dengan tugas pokok dari ulama, menjaga sarana dan fasilitas tembat ibadah adalah hal utama yang harus diperhatikan. 

"Insyaalloh kami membantu dengan ihlas tanpa pamrih, melanjutkan perjuangan mulia para ulama menjaga kerukunan bangsa antar umat beragama," ujar dia.

Ketua PC Ansor Garut Abdullah Badar mengatakan, setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian setiap gereja dijaga sekitar 5-10 anggota gabungan Anshr-Banser, untuk dua hari kerja mulai misa yang berlangsung hari ini, hingga puncak perayaan natal yang berlangsung esok hari.

“Bagi kami ini adalah bagian dari ihtiar menjaga kerukunan NKRI,” ujarnya bangga.

Selain mengarahkan jemaah yang akan melangsungkan ibadah, mereka juga melakukan tugas lain mulai keamanan, pengaturan parkir kendaraan, pengamanan lalu lintas keluar masuk kendaraan ke area gereja.

“Intina kami membantu pengamanan dalam perayaan ibadah mereka,” kata dia.

Sebelumnya, Kepolisian Resort Garut telah melakukan sterilisasi keamanan gereja sejak Sabtu lalu. Dimulai dari Gereja Injil Indonesia (GII) yang berada di Jalan Bratayudha Garut Kota, kemudian Gereja Kristen Pasundan (GKP), Jalan Pasundan.

Gereja Bethel Indonesia (GBI), Jalan Ciledug, Gereja Santa Perawan Maria (Samarga) Jalan Bank, Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB)/Gereja Advent ,di Jalan Pramuka, terakhir Gereja Pantekosta Di Indonesia (GPDI) Jalan Cimanuk.

Lanjutkan Membaca ↓