Jelang Nataru, Priangan Timur Dapat Suntikan 1,4 Juta Tabung Gas Melon

Oleh Jayadi Supriadin pada 21 Des 2019, 23:00 WIB
Diperbarui 22 Des 2019, 00:16 WIB
Tumpukan gas subsidi di salah satu agen di wilayah Priangan Timur siap dipasarkan bagi masyarakat

Liputan6.com, Tasikmalaya - Untuk memenuhi kebutuhan gas liquefied petroleoum gas (LPG) selama natal dan tahun baru, PT Pertamina Regional III bakal melakukan penambahan hingga 1,4 juta tabung. Angka itu diperuntukan bagi masyarakat di Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran.

Juru Bicara Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III, Dewi Sri Utami mengatakan, penambahan tabung LPG 3 Kg, sengaja dilakukan sebagai upaya antisipasi kelangkaan, saat natal dan tahun baru berlangsung.

“Pendistribusiannya dilakukan setiap minggu,” ujar dia, Sabtu (21/12/2019).

Menurutnya, penambahan pasokan gas LPG 3 kilogram, sebab wilayah Priangan Timur, kerap menjadi tujuan wisata saat liburan natal dan tahun baru.

“Kebutuhan itu, diproyeksikan 20 persen atau 1,4 juta tabung gas dari pasokan normal guna memenuhi,” kata dia.

Saat ini ada sekitar 99 Agen di Priangan Timur yang beroperasi mendistribusikan LPG kepada masyarakat. “Untuk wilayah Tasikmalaya sendiri terdapat 59 Agen LPG,” kata dia.

Selain pasokan gas LPG subsidi, masyarakat juga bisa mendapatkan LPG non subsidi seperti Bright Gas 5,5 kilogram, LPG 12 kilogram yang dijual di pasar modern, pangkalan dan sejumlah SPBU.

“Kebutuhan tersebut, untuk memastikan agar tidak terjadinya kelangkaan di masyarakat,” kata dia.

Agar tidak terjadi antrian dan kelangkaan, lembaganya meminta masyarakat mampu, menggunakan LPG non subsidi.

“Pasokan LPG subsidi, non subsidi Bright Gas dan BBM bagi masyarakat tersedia banyak,” kata dia.

Simak video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Satgas

Beberapa tumpukan gas melon siap pakai, nampak tersedia di beberapa kios warung milik warga di wilayah Garut, Jawa Barat
Beberapa tumpukan gas melon siap pakai, nampak tersedia di beberapa kios warung milik warga di wilayah Garut, Jawa Barat (Liputan6.com/Jawa Barat)

Bahkan untuk menghindari penyalahgunaan pasokan gas LPG bersubsidi, lembaganya telah menerjunkan petugas satuan tugas natal dan tahun baru.

“Mereka bekerja sejak 15 November 2019 hingga 8 Januari 2020,” kata Dewi.

Sebelumnya, dalam pertemuan sebelumnya Pertamina MOR III Jabar di Garut, Hiswana Migas Garut dan Hiswana daerah lainnya menyatakan, bakal segera menurunkan anggota satuan tugas (Satgas) ke lapangan.

"Pembentukan Tim Satgas ini dilakukan agar kami bisa melayani konsumen dengan baik pada puncak pelaksanaan Natal dan Tahun baru di Garut," ujar juru bicara Hiswana-Migas Kabupaten Garut, Evi Alvian Hartaz.

Menurut dia, datangnya momen Natal dan Tahun Baru, membutuhkan pasokan energi yang cukup tinggi dari Pertamina, sehingga dibutuhkan upaya antisipasi sejak dini.

"Peningkatan juga diperkirakan terjadi di sektor horeka (hotel, restoran, dan kafe) karena sebagian masyarakat melakukan liburan akhir tahun," ujarnya.

Pihaknya mengingatkan, bagi kalangan ekonomi atas serta sektor industri, agar menggunakan LPG non subsidi, dengan kualitas lebih baik seperti Bright Gas berukuran 5,5 kg dan 12 kg.

"Termasuk gas Elpiji tabung biru 12 kilogram, dan 50 kilogram," kata dia.

Lanjutkan Membaca ↓