Sutanto Hartono: Jogja Bisa Seperti Waterloo atau Bangalore

Oleh Yanuar H pada 21 Des 2019, 02:16 WIB
Diperbarui 21 Des 2019, 02:16 WIB
Vice President Director Emtek Group, Sutanto Hartono dalam acara dialog di Yogyakarta. (foto: istimewa)
Perbesar
Vice President Director Emtek Group Sutanto Hartono dalam acara dialog di Yogyakarta, Jumat malam (20/12/2019). (foto: istimewa)

Liputan6.com, Yogyakarta -  Vice President Director Emtek Group, Sutanto Hartono, mengatakan bahwa Yogyakarta bisa berkembang lebih cepat di era sekarang. Optimisme ini terkait dengan potensi Jogja sebagai pencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan tren ekonomi terkini.

Dia menjelaskan, ekonomi digital sekarang memungkinkan terbentuknya ekosistem usaha yang tidak menuntut modal besar. Banyak sektor usaha yang lebih membutuhkan SDM berkualitas.

Sementara,Yogyakarta adalah salah satu pusat pendidikan utama. Dari pengalamannya, banyak SDM hebat dari Yogyakarta yang tersebar di beragam sektor.

"Itu yang harusnya jadi kekuatan utama di Jogja ini," katanya saat menjadi pembicara dalam Dialog Budaya dan Gelar Seni Yogya untuk Semesta: Membangun Jejaring Diaspora DIY untuk Mencerdaskan dan Mensejahterakan Rakyat, di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Jumat malam (20/12/2019).

Selain kompetensinya, kata dia, terkait potensi SDM ini ada kelebihan lain lagi dari Yogyakarta. Gaji di Jogja belum setinggi di Jakarta. Sementara SDM Jogja dikenal punya loyalitas dan etika kerja yang baik.

Untuk mengoptimalkan potensi itu, kata Sutanto, secara umum yang diperlukan adalah mengarahkan pendidikan untuk mendukung sektor bisnis. "Ujungnya adalah SDM, dan itu yang seharusnya jadi kekuatan Jogja," katanya.

Pola seperti itu, dia mencontohkan, dilakukan oleh Blackberry Messenger yang membuka kantor di Waterloo, Kanada, karena banyak SDM bagus di daerah tersebut. Pertimbangan yang sama juga digunakan perusahaan-perusahaan digital yang berpusat di Bangalore, India. Dua kota itu mencetak SDM-SDM berkompeten yang dilirik industri besar.

Vice President Director Emtek Group Sutanto Hartono (kiri kedua) di Yogyakarta, Jumat malam (20/12/2019).(foto: istimewa)

Terkait diaspora, kata Sutanto, sejauh ini sudah terbukti banyak tokoh publik atau pengusaha yang berasal dari Yogyakarta. Membangun jejaring dengan mereka bisa menghasilkan lompatan strategis.

Sutanto mengatakan diaspora memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Namun sejauh ini belum terbentuk pola kerja sama yang ideal dengan pemerintah.

"Selama ini lebih informal dan belum diwadahi secara komprehensif," katanya.

Menurutnya keberadaan Sultan HB X sebagai Gubernur DIY memiliki peran vital dalam perkembangan ekonomi. Terlebih Sultan juga sangat mendukung adanya investasi di DIY.

Dalam kesempatan yang sama, Sultan HB X menekankan pentingnya membangun kerjasama dengan semua pihak. Terutama dengan pihak swasta.

"Utamanya adalah membangun kebersamaan, selain berkontribusi untuk kemajuan ekonomi Yogyakarta, juga untuk mengembangkan Jogja yang tetap berbudaya," ujarnya.

Sultan berjanji akan membantu pihak yang akan memajukan ekonomi daerah. "Kalau ada kesulitan saya akan membantu. Saya tidak minta apapun. Investasi di Jogja jangan dipersulit," katanya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya